Rusia Kembali Lancarkan Serangan Udara di Wilayah Pemberontak Idlib

Kompas.com - 08/09/2018, 17:18 WIB
Sebuah foto memperlihatkan Presiden Suriah Bashar al-Assad (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin di persimpangan Abu al-Duhur, Provinsi Idlib, Suriah, Senin (20/8/2018). Sejak intervensi Rusia di 2015, pemerintahan Assad diklaim telah mengambil 1.400 daerah sejak pecah konflik di 2011. AFP/GEORGE OURFALIANSebuah foto memperlihatkan Presiden Suriah Bashar al-Assad (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin di persimpangan Abu al-Duhur, Provinsi Idlib, Suriah, Senin (20/8/2018). Sejak intervensi Rusia di 2015, pemerintahan Assad diklaim telah mengambil 1.400 daerah sejak pecah konflik di 2011.

IDLIB, KOMPAS.com - Organisasi Observasi HAM Suriah menyatakan, Rusia mengerahkan jet tempurnya untuk menyerang kelompok pemberontak di Provinsi Idlib.

BBC memberitakan Sabtu (8/9/2018), serangan udara itu menyasar aliansi grup Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan Ahrar al-Sham.

"Serangan itu bertujuan untuk menghancurkan benteng grup pemberontak tersebut," kata ketua Observasi Rami Abel Rahman.

Baca juga: Turki Tawarkan Evakuasi bagi Pemberontak Keluar dari Idlib

Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) memberikan predikat HTS sebagai organisasi teroris, dan dilaporkan mempunyai 10.000 anggota di Idlib.

Di awal pekan, jet tempur Rusia melaksanakan 30 kali serangan udara di dataran Sahl al-Ghab dan kawasan pegunungan Latakia.

Pasukan pemerintah dan milisi sekutu dikabarkan sudah berkumpul untuk memulai tahap lanjutan, dengan HTS berujar bahwa mereka bakal menyerang balik.

Serangan udara itu terjadi di tengah pertemuan antara Presiden Iran Hassan Rouhani, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Teheran.

Dalam pertemuan itu, Erdogan mengatakan dia khawatir serangan di Idlib bakal memicu krisis pengungsi di perbatasan selatan.

Namun, baik Iran dan Rusia menyatakan serangan harus dilakukan untuk memusnahkan pemberontak dari Idlib.

Rouhani berargumen memerangi terorisme di Idlib adalah keputusan yang harus dilakukan untuk mengembalikan perdamaian di Suriah.

Sedangkan Putin menyatakan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mempunyai hak untuk mengontrol seluruh teritorinya.

Provinsi itu merupakan basis pemberontak terakhir di Suriah yang mencoba menggoyang rezim Assad dalam tujuh tahun terakhir.

Provinsi itu tidak dikuasai oleh satu kelompok saja melainkan beberapa. Antara lain HTS maupun Front Pembebasan Nasional yang disokong Turki.

Diduga terdapat 30.000 anggota berbagai kelompok pemberontak yang ada di Idlib. PBB menyebut provinsi itu menjadi rumah bagi populasi 2,9 juta orang.

Baca juga: Putin, Rouhani, dan Erdogan Bertemu di Iran Bahas Nasib Perang Suriah



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X