Kompas.com - 07/09/2018, 16:06 WIB
Mantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe saat tampil dalam konferensi pers di kediamannya di Harare, sehari jelag pemilu, Minggu (29/7/2018). AL JAZEERA / REUTERS / SIPHIWE SIBEKOMantan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe saat tampil dalam konferensi pers di kediamannya di Harare, sehari jelag pemilu, Minggu (29/7/2018).

HARARE, KOMPAS.com - Mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengatakan bahwa dirinya menerima dan mengakui hasil pemilu akhir Juli lalu yang dimenangkan Emmerson Mnangagwa.

Berbicara pada Kamis (6/9/2018) usai pemakaman ibu mertuanya di Harare, Mugabe tanpa ragu mengatakan bahwa Mnangagwa adalah presiden Zimbabwe yang sah.

"Mnangagwa adalah pemenangnya. Segala sesuatunya telah dibenarkan dan kita tidak bisa mengingkarinya," kata Mugabe dalam komentar publik pertamanya setelah pemilu.

Pria berusia 94 tahun itu menyampaikan kepada para pelayat yang hadir dalam pemakaman ibu mertuanya bahwa kini adalah saatnya bagi masyarakat Zimbabwe untuk bersatu membangun bangsa.

Baca juga: China Imbau Warga Zimbabwe Terima Hasil Pemilu

"Masa lalu telah berlalu. Sekarang adalah waktunya untuk bersatu dan berdialog demi membangun negara kita," ujar Mugabe dengan suara pelan dan perlahan.

Meski mengakui hasil pemilihan, dalam pidatonya yang berlangsung sekitar 40 menit, Mugabe juga mendesak agar pihak oposisi tetap diizinkan memprotes hasil pemilu secara damai.

Melansir dari AFP, Mugabe yang digulingkan dari jabatan presiden, sempat bersumpah tidak akan memilih partai lamanya, ZANU-PF, dalam pemilihan yang digelar pada 30 Juli itu.

Pemilu presiden Zimbabwe pada 30 Juli 2018, yang pertama tanpa Mugabe, calon dari partai berkuasa ZANU-PF, Emmerson Mnangagwa meraih kemenangan dengan 50,8 persen suara.

Dia unggul dari pesaing terkuatnya, Nelson Chamisa, dari MDC yang hanya meraih 44,3 persen suara.

Kelompok oposisi sempat mengajukan tuntutan ke pengadilan agar hasil pemilu dibatalkan karena adanya indikasi kecurangan. Namun tuntutan tersebut ditolak dengan dasar tidak cukup bukti.

Namun Chamisa menolak keputusan pengadilan dan bersumpah bakal terus memimpin aksi protes damai.

Baca juga: Muncul Sehari Sebelum Pemilu, Mugabe Serukan Warga Tak Pilih Eks Partainya



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X