Rusia Sukses Uji Coba Baju Tempur Militer Canggih - Kompas.com

Rusia Sukses Uji Coba Baju Tempur Militer Canggih

Kompas.com - 07/09/2018, 10:06 WIB
Baju tempur eksoskeleton yang dikembangkan oleh Rostec ditampilkan dalam Forum Teknis dan Militer Internasional Army 2018 di Rusia.NEW YORK POST / TASS / MARINA LYSTSEVA Baju tempur eksoskeleton yang dikembangkan oleh Rostec ditampilkan dalam Forum Teknis dan Militer Internasional Army 2018 di Rusia.

MOSKWA, KOMPAS.com - Sebuah baju tempur canggih yang diciptakan untuk meningkatkan kemampuan pasukan militer telah sukses diuji coba di Rusia.

Baju tempur dengan eksoskeleton berbahan titanium yang dilengkapi motor penggerak listrik terintegrasi, dibuat oleh perusahaan teknologi militer Rusia, TsniiTochMash, itu diberi nama Ratnik-3.

"Kami telah menggelar uji coba untuk prototipe eksoskeleton aktif dan ini benar-benar mampu meningkatkan kemampuan fisik pemakainya," kata Oleg Faustov, Kepala Desainer Sistem Pendukung Kehidupan dari proyek baju tempur tentara di kontraktor pertahanan TsniiTochMash.

"Sebagai contoh, tentara yang memakainya dapat menggunakan senapan mesin dengan satu tangan dan masih dapat mengenai sasaran," tambahnya kepada kantor berita Rusia, TASS.

Baca juga: Rudal yang Hantam Malaysia Airlines MH17 Milik Militer Rusia

Dalam pengembangan selanjutnya, baju tempur aktif tersebut juga akan memungkinkan penggunanya untuk membawa lebih banyak peralatan dan persenjataan. Selain itu, tentara juga akan mampu bergerak lebih cepat dan efektif.

Ketua Komite Militer dan Ilmiah Angkatan Darat Rusia, Alexander Romanyuta, dalam forum militer dan teknis internasional, Army-2018, mengatakan baju tempur generasi ketiga dengan eksoskeleton aktif yang telah disempurnakan akan siap pada 2025.

Yang masih menjadi kendala utama yakni belum adanya baterai penyimpanan dengan karakteristik yang sesuai. Namun upaya penyesuaian untuk mendapat hasil terbaik telah dalam proses pengerjaan.

Melansir dari New York Post, Jumat (7/9/2018), saat ini baju tempur generasi kedua yang menggunakan eksoskeleton pasif tanpa dilengkapi penggerak motor telah dipasok ke tentara Rusia.

Kendati belum mampu meningkatkan kemampuan fisik tentara, namun baju tempur tersebut sudah dapat mengurangi beban barang berat yang dibawa tentara.

Baca juga: Pangkalan Militer Rusia di Suriah Jadi Sasaran Serangan Drone



Close Ads X