Kompas.com - 07/09/2018, 09:55 WIB
|

WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Seorang fotografer Pemerintah AS mengaku telah mengedit foto upacara pelantikan Presiden Donald Trump agar jumlah warga yang hadir terlihat lebih banyak.

Proses penyuntingan foto dilakukan atas intervensi pribadi Presiden Trump. Demikian menurut sebuah dokumen yang baru saja dirilis.

Sang fotografer memangkas ruangan kosong di dalam foto itu untuk diganti sejumlah foto baru sesuai permintaan Trump.

Baca juga: Sedang Miskin, Venezuela Sumbang Uang untuk Pelantikan Trump

Permintaan ini dilakukan sehari setelah Trump dilantik setelah dia marah melihat foto yang menunjukkan warga yang hadir pada pelantikannya jauh lebih sedikit ketimbang yang hadir dalam pelantikan Barack Obama pada 2009.

Rincian ini diungkap dalam harian The Guardian sesuai pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri AS sesuai dengan Undang-Undang Kebebasan Informasi Publik.

Fakta baru ini membuka tabir baru krisis pemerintahan Trump yang sudah dimulai sejak hari pertama ketika Gedung Putih mengklaim upacara pelantikan Trump adalah yang terbesar sepanjang sejarah AS.

Dokumen itu merinci kesibukan Badan Pertamanan Nasional (NPS) pada 21 Januari 2017 setelah pada pagi hari Trump menghubungi Direktur NPS Michael Reynolds.

Dokumen ini juga menyebut bahwa Sean Spicer, yang waktu itu adalah Sekretaris Pers Gedung Putih, menghubungi NPS berulang kali terkait foto pelantikan ini.

Rincian yang baru diungkap ini tidak termasuk dalam laporan direktur NPS yang menjalani pemeriksaan akibat masalah ini. Hasil penyidikan itu dipublikasikan Juni tahun lalu.

Laporan itu juga memberikan penjelasan berbeda soal tindakan yang diambil fotografer NPS.

Saat Trump menghubungi Reynolds lewat telepon di pagi hari usai pelantikan, di dunia maya sudah beredar foto pelantikan Obama dan Trump.

Baca juga: Unjuk Rasa dan Pembagian 4.200 Linting Ganja Warnai Pelantikan Trump

Semua foto itu menunjukkan jumlah warga yang hadir di pelantikan Trump jauh lebih sedikit dibandingkan saat Obama dilantik.

Salah satu cuitan seorang reporter mengunggah kedua foto pelantikan itu secara berdampingan dan foto itu di-retweet akun seorang pejabat NPS.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.