Kompas.com - 07/09/2018, 07:37 WIB

VERACRUZ, KOMPAS.com - Otoritas Meksiko kembali melaporkan penemuan sebuah kuburan massal. Kali ini terletak di negara bagian Veracruz.

Melansir dari AFP, setidaknya 166 jenazah ditemukan dalam kuburan massal tersebut yang diduga terkait dengan perang kartel narkoba.

"Sisa-sisa dari setidaknya 166 jenazah telah ditemukan dalam kuburan massal itu," kata jaksa negara bagian, Jorge Winckler kepada wartawan, Kamis (6/9/2018).

Kuburan massal tersebut ditemukan di pusat negara bagian Veracruz, meski demikian pihak berwenang tidak mengungkapkan lokasi pasti kuburan itu karena alasan keamanan. Petugas forensik saat ini masih bekerja di lokasi makam.

Berdasarkan hasil penyelidikan forensik, diperkirakan kuburan massal tersebut telah berusia setidaknya sekitar dua tahun.

Baca juga: Dituduh Menculik, Dua Pria Meksiko Tewas Dibakar Hidup-hidup

Negara bagian Veracruz di timur, rumah bagi salah satu pelabuhan terbesar di Meksiko, telah menjadi saksi perang perebutan kekuasaan antara kartel narkoba selama bertahun-tahun.

Belum lagi kasus pelanggaran hak asasi manusia dan skandal korupsi terburuk di Meksiko selama di bawah kekuasaan mantan gubernur Javier Duarte.

Winckler mengatakan, penyelidik telah menemukan sekitar 200 lembar pakaian, 144 kartu identitas dan sejumlah barang pribadi di lokasi kuburan massal yang telah digali sejak 8 Agustus tersebut.

Penemuan kuburan massal itu setelah pihak berwajib mendapat informasi dari salah seorang informan.

Petugas menggunakan drone dan juga radar untuk membantu menemukan lokasi jenazah-jenazah yang dikubur.

Penemuan kuburan massal kali ini menjadi harapan bagi keluarga orang-orang yang dinyatakan hilang di Veracruz.

Kuburan massal tersebut bukan satu-satunya. Pada 2016 sebuah kuburan massal ditemukan dengan 280 jenazah di dalamnya.

Baca juga: Dalam 3 Bulan, Sudah Ada 7.667 Korban Pembunuhan di Meksiko

Pada Maret 2017, 250 tengkorak juga ditemukan dalam kuburan massal lain di negara bagian itu.

Kasus kekerasan yang berkaitan dengan bisnis obat-obatan terlarang telah terkuak di Meksiko sejak 2016 ketika tentara diturunkan untuk melawan kelompok kartel narkoba.

Sejak saat itu, hingga 200.000 orang telah terbunuh, termasuk lebih dari 28.000 yang tercatat tahun lalu. Sementara sekitar 37.000 orang telah dilaporkan hilang.

Para korban tewas tidak hanya anggota kartel, namun juga para migran yang menolak untuk bergabung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.