MA India Cabut Aturan Larangan LGBT Buatan Penjajah Inggris

Kompas.com - 06/09/2018, 17:15 WIB
Komunitas LGBT India merayakan keputusan Mahkamah Agung yang mencabut undang-undang yang melarang keberadaan LGBT buatan penjajah Inggris. AFP/INDRANIL MUKHERJEEKomunitas LGBT India merayakan keputusan Mahkamah Agung yang mencabut undang-undang yang melarang keberadaan LGBT buatan penjajah Inggris.
|

NEW DELHI, KOMPAS.com - Mahkamah Agung India, Kamis (6/9/2018), mencabut aturan di masa kolonial yang mengkriminalisasi perilaku seks sesama jenis kelamin.

Keputusan ini disambut hangat kelompok-kelompok LGBT yang merayakannya di berbagai kota di negeri berpenduduk 1,25 miliar orang itu.

"Undang-undang ini telah menjadi alat untuk melecehkan komunitas LGBT," kata hakim agung Dipak Misra saat membacakan Section 377 yang diterbitkan Inggris pada 1861.

Baca juga: Pendeta Ini Kaitkan Kebakaran Hutan dan Dukungan untuk LGBT


"Setiap diskriminasi yang berbasis orientasi seksual merupakan sebuah pelanggan hak paling mendasar," tambah hakim Misra.

Pencabutan aturan ini sekaligus menjadikan India sebagai satu dari 120 negara di dunia yang menghapus kriminalisasi terhadap praktik homoseksualitas.

Para aktivis hak-hak kelompok gay menyebut keputusan ini sebagai sebuah kemajuan di negeri konservatif tempat kelompok-kelompok keagamaan menolak liberalisasi orientasi seks.

Para aktivis sudah memperjuangkan penghapusan undang-undang ini sejak 1990-an.

Pengadilan Tinggi Delhi memutuskan untuk mendekriminalisasi seks sesama jenis pada 2009 tetapi Mahkamah Agung membatalkan keputusan itu pada 2014 setelah didesak sejumlah pemimpin agama.

Menurut data pemerintah, sepanjang 2016 terdapat 2.187 kasus yang ditangani dengan menggunakan Section 377. Alhasil tujuh orang dipenjara dan 16 lainnya dibebaskan.

"Undang-undang ini ikut menyebarluaskan homofobia," kata Keshav Suri, salah seorang pengaju petisi menentang Section 377.

"Di kawasan pedesaan undang-undang ini menjadi alat pelecehan yang digunakan polisi atau pemerintah untuk pemerasan atau hal lainnya," tambah Suri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibilang 'Muka Dua', PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Dibilang "Muka Dua", PM Kanada Akui Bergosip soal Trump di Pertemuan NATO

Internasional
Kembali Disebut Trump 'Pria Roket', Kim Jong Un Tidak Senang

Kembali Disebut Trump "Pria Roket", Kim Jong Un Tidak Senang

Internasional
Trump Sebut Perdana Menteri Kanada 'Si Muka Dua' di Pertemuan NATO

Trump Sebut Perdana Menteri Kanada "Si Muka Dua" di Pertemuan NATO

Internasional
13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

13 Orang di Filipina Tewas akibat Amukan Topan Kammuri

Internasional
Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Penembakan di Pangkalan Pearl Harbor, 3 Orang Tewas Termasuk Pelaku

Internasional
Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Jokowi Raih Asian of the Year 2019, Dianggap Pemimpin Jujur dan Efektif

Internasional
Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Presiden Jokowi Dinobatkan sebagai Asian of the Year 2019 oleh Media Singapura The Straits Times

Internasional
Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Trump Batalkan Konferensi Pers Terakhir di Pertemuan NATO, Ada Apa?

Internasional
AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

AS Pertimbangkan Kirim 14.000 Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

[POPULER INTERNASIONAL] China Beri Peringatan kepada AS | Pemimpin Dunia Ketahuan Bergosip soal Trump

Internasional
Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Ibu Ini Ditangkap Setelah Jual Bayinya Seharga Rp 31 Juta

Internasional
Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Korut Rilis Gambar Kim Jong Un Tunggangi Kuda Putih di Gunung Keramat Paektu

Internasional
Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Sempat Calon Unggulan, Senator Kamala Harris Mundur dari Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

6 Orang Tewas Diserang di Afghanistan, Salah Satunya Dokter asal Jepang

Internasional
UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

UU soal Muslim Uighur Disahkan, China: AS Bakal Membayar Akibatnya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X