Mahathir Kecam Pencambukan Dua Perempuan Lesbian di Terengganu

Kompas.com - 06/09/2018, 14:34 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6/2018). (AFP/Kazuhiro Nogi)
|

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - PM Malaysia Mahathir Mohamad, Kamis (6/9/2018), mengecam hukuman cambuk kepada dua perempuan yang diyakini sebagai lesbian di negara bagian Terengganu.

Pada Senin (3/9/2018), kedua perempuan itu dicambuk di hadapan belasan orang di pengadilan Syariah Terengganu, wilayah timur Malaysia.

Sementara, pemerintahan Mahathir terlihat memiliki sikap terpecah dalam menghadapi isu LGBT ini.

Baca juga: Dua Perempuan Lesbian Malaysia Akhirnya Jalani Hukuman Cambuk

Sedangkan Mahathir selama ini lebih banyak diam terhadap pencambukan serta berbagai serangan terhadap komunitas LGBT negeri itu.

Namun, lewat video yang diunggah ke akun Twitternya, Mahathir memberikan komentar mengenai pencambukan itu yang dianggapnya tidak menunjukan nilai keadilan dan kasih sayang dalam Islam.

Kedua perempuan itu baru pertama kali melakukan pelanggaran, sehingga menurut Mahathir mereka harus mendapatkan hukuman yang lebih ringan.

"Ini memberikan impresi buruk terhadap Islam. Amat penting bagi kita untuk menunjukkan Islam bukan agama kejam yang gemar menjatuhkan hukuman yang mempermalukan manusia," ujar Mahathir.

Mahathir menambahkan, cara-cara yang dilakukan terhadap kedua perempuan itu bukanlan cara Islam.

"Ini adalah posisi kabinet dan kami harap kita bisa lebih berhati-hai agar tidak membuat Islam dianggap sebagai agama yang tak mau berkompromi dan tak mau menimbang," tambah Mahathir.

Komunitas LGBT kerap  mendapat persekusi di Malaysia karena dianggap sebagai ancaman terhadap nilai-nilai konservatif.

Baca juga: Hukuman Cambuk untuk Dua Perempuan Lesbian Malaysia Ditunda

Hukuman cambuk itu menyusul sejumlah insiden yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir yang oleh para aktivis disebut sebagai peningkatan kekerasan terhadap kelompok LGBT.

Bulan lalu, bar yang biasa menjadi tempat berkumpul kaum gay di Kuala Lumpur digerebek polisi dan dinas keagamaan.

Sementara,seorang perempuan transgender di Seremban, tak jauh dari ibu kota, babak belur dihajar sekelompok orang.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X