Bahas Denuklirisasi, Kim Jong Un Akan Bertemu Moon Jae-in di Pyongyang

Kompas.com - 06/09/2018, 10:31 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) melangkah bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) melintasi Garis Demarkasi Militer yang membagi negara mereka, menjelang pertemuan di Gedung Perdamaian resmi di Panmunjom, Jumat (27/4/2018). Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) melangkah bersama Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kanan) melintasi Garis Demarkasi Militer yang membagi negara mereka, menjelang pertemuan di Gedung Perdamaian resmi di Panmunjom, Jumat (27/4/2018).

SEOUL, KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in akan mengunjungi Pyongyang untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

KTT yang dijadwalkan digelar pada 18-20 September itu bakal membahas denuklirisasi penuh di Semenanjung Korea.

AFP mewartakan pada Kamis (9/6/2018), ini akan menjadi pertemuan ketiga kedua pemimpin pada tahun ini.

"Pertama, Korea Selatan dan Utara sepakat mengadakan KTT di Pyongyang pada 18-20 September dan menggelar negosiasi tingkat tinggi pada pekan depan untuk mempersiapkan itu," kata Chung Eui-yong, utusan khusus Moon.

Baca juga: Melihat Panmunjom, Tempat Kim Jong Un dan Moon Jae-in Berdamai

Chung yang juga merupakan kepala Kantor Keamanan Nasional itu sebelumnya mengunjungi ibu kota Korea Utara dengan membawa lima anggota delegasi.

Melansir Yonhap News, dia menyebut KTT mendatang juga akan meninjau implementasi kesepakatan antar-Korea pada pertemuan pertama di Panmunjom pada 27 April lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kedua negara sepakat untuk meninjau implementasi Deklarasi Panmunjom dan mendiskusikan arah ke depan, serta membahas langkah demi terwujudnya perdamaian abadi," imbuh Chung.

Dia mengatakan, pemimpin Korut menegaskan kembali komitmennya untuk melakukan denuklirisasi dan berjanji terus bekerja sama dengan AS hingga perlucutan senjata nuklir tuntas.

Seperti diketahui, kedua negara tersebut secara teknis masih berperang karena Perang Korea 1950-1953 berakhir hanya dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Moon dan Kim setuju untuk secara resmi mengakhiri perang sebelum akhir tahun, saat mereka pertama kali bertemu di Panmunjom.

Pada KTT yang akan datang, pemimpin kedua Korea juga akan membahas cara-cara untuk mengurangi ketegangan militer antar-negara.

"(Negara-negara) sepakat untuk membahas cara khusus untuk membangun rasa saling percaya dan mencegah konflik bersenjata sambil melanjutkan pembicaraan yang sedang berlangsung," ucap Chung.

Baca juga: Putin Akan Bertemu Kim Jong Un dalam Waktu Dekat

Kedua negara akan membuka kantor penghubung gabungan di desa perbatasan Utara Kaesong, sebelum pertemuan ketiga Moon-Kim digelar.

Chung juga akan menjelaskan hasil dari perjalanannya di Korut ke pemerintah Amerika Serikat dan negara lain yang berkepentingan dengan masalah ini.

"Korea Selatan dan Utara akan berusaha untuk membuat kemajuan nyata dalam pengembangan hubungan, denuklirisasi Semenanjung Korea dan pembentukan perdamaian dengan bekerja tanpa henti menggunakan kesabaran," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP,Yonhap
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.