Bom Bunuh Diri Hantam Gelanggang Gulat di Kabul, 20 Tewas

Kompas.com - 06/09/2018, 09:29 WIB
Seorang pria korban bom bunuh diri yang mengguncang sebuah arena gulat di Kabul, Afghanistan, Rabu (5/9/2018), mendapatkan perawatan garatis dari obat ruma. AFPSeorang pria korban bom bunuh diri yang mengguncang sebuah arena gulat di Kabul, Afghanistan, Rabu (5/9/2018), mendapatkan perawatan garatis dari obat ruma.
|

KABUL, KOMPAS.com - Setidaknya 20 orang tewas, termasuk dua orang jurnalis, setelah dua bom bunuh diri meledak di sebuah klub gulat di kota Kabul, Afghanistan, Rabu (5/9/2018).

Aparat keamanan Afghanistan menambahkan, selain korban tewas sebanyak 70 orang lainnya mengalami lika-luka.

Bom pertama meledak di dalam sebuah gedung olahraga di kawasan yang mayoritas penduduknya adalah pemeluk Syiah.

Satu jam kemudian, sebuah bom mobil meledak di saat para jurnalis dan polisi memadati lokasi ledakan pertama.

Baca juga: Lembaga Pendidikan di Kabul Diguncang Bom Bunuh Diri, 37 Orang Tewas

Setidaknya empat jurnalis terluka dan stasiun telivisi swasta terbesar di Afghanistan, Tolo News memastkan dua jurnalisnya tewas dalam insiden tersebut.

Reporter Samim Faramarz (28) dan juru kamera Ramiz Ahmadi (23) tengah melakukan peliputan langsung dari lokasi kejadian.

"Keduanya sudah memberikan komitmen untuk masa depan negeri ini dan mereka memiliki mimpi besar d masa depan," ujar Direkur Tolo News, Lotfullah Najafizada.

Organisasi intelijen SITE menyebut Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut seperti dimuat dalam media propaganda ISIS, Amaq.

Serangan maut ini dikecam Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

"Serangan terhadap warga sipil dan pekerja media di negeri ini adalah serangan terhadap kebebasan berpendapat sekaligus sebuah kejahatan terhadap kemanusiaaan," ujar Presiden Ghani.

Serangan besar terakhir terhadap pemeluk Syiah di Kabul terjadi pada 15 Agustus lalu di sebuah dan menewaskan puluhan pelajar.

Baca juga: ISIS Klaim Serangan Bom Bunuh Diri yang Tewaskan 57 Orang di Kabul



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X