Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/09/2018, 23:29 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Amerika Serikat kembali memperingatkan dan mendesak kepada Suriah dan negara-negara pendukungnya untuk menghentikan rencana serangan militer besar-besaran ke Idlib.

Sementara Dewan Keamanan PBB tengah melakukan persiapan untuk mengatasi krisis di wilayah terakhir yang dikuasai pemberontak Suriah itu.

"Dengan jutaan penduduk sipil dalam berisiko terancam, serangan terhadap Idlib akan menjadi eskalasi yang nekat," kata Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley dalam pernyataannya, Rabu (5/9/2018).

"Pemerintah rezim Suriah dan pendukungnya harus menghentikan operasi milier mereka dalam segala bentuknya agar memungkinkan proses politik yang dipimpin PBB memiliki kesempatan untuk berhasil," tambahnya dilansir AFP.

Baca juga: Rusia Berharap Negara Barat Tak Halangi Operasi Anti-teror di Idlib

Dewan Keamanan PBB akan membahas krisis di Idlib pada Jumat (7/9/2018) mendatang, usai Sekretaris Jenderal Antonio Guterres memperingatkan akan risiko bencana kemanusiaan jika serangan militer dilaksanakan.

Pada Selasa (4/9/2018), jet tempur Rusia dilaporkan telah kembali melancarkan serangan udara ke Idlib, yang pertama setelah jeda selama 22 hari.

Serangan udara tersebut semakin menguatkan operasi militer yang digambarkan bertujuan untuk membasmi kelompok terkait jaringan Al Qaeda.

Dalam konferensi pers, Haley menyarankan kepada Rusia dan Suriah dapat melanjurkan operasi kontraterorisme namun harus menyelamatkan warga sipil.

"Ini adalah situasi tragis dan jika mereka berniat melanjutkan operasi pengambilalihan Suriah mereka dapat melakukannya," ujar Haley.

"Namun mereka tidak dapat menggunakan senjata kimia. Mereka tidak dapat melakukannya dengan menyerang rakyat mereka," tambahnya.

Utusan PBB, Staffan de Mistura berencana menggelar pembicaraan dengan Rusia dan Iran, serta Turki yang merupakan pendukung oposisi Suriah di Jenewa pekan depan.

Baca juga: Trump Peringatkan Suriah agar Tak Serang Pemberontak di Idlib

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.