Kompas.com - 05/09/2018, 22:27 WIB

KOMPAS.com - John Ronald Reuel Tolkien, dikenal dengan JRR Tolkien, merupakan penulis dan profesor asal Inggris.

Dia dikenal akan novel fantasi yang sangat terkenal seperti The Hobbit, trilogi The Lord of the Rings, maupun The Silmarillion.

Dia sempat mengabdi bagi angkatan bersenjata Kerajaan Inggris saat Perang Dunia I pecah dengan pangkat Letnan.

Diberitakan dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari novelis yang masuk dalam daftar 50 Penulis Inggris sejak 1945 versi The Times.

Baca juga: Aliran Lava Purba Ditemukan, Wujudnya Mirip Film Lord of the Rings

1. Masa Kecil

Tolkien lahir pada 3 Januari 1892 di Bloemfontein, Afrika Selatan dari pasangan Arthur Reuel Tokoh dan Mabel Suffield.

Pada usia tiga tahun, Arthur Tolkien meninggal akibat demam rematik (RF), yang membuat istrinya membawa dua putranya kembali ke Inggris.

Di sana, Tolkien, ibunya, dan adiknya Hilary tinggal bersama kakek neneknya di Kings Heath Birmingham.

Setelah itu di 1896, mereka berpindah ke Sarehole, kemudian ke desa Worcestershire, sebelum kembali lagi ke Birmingham.

Tolkien dan Hilary mendapat pendidikan langsung dari ibunya. Mabel mengajarkan botani serta bahasa Latin.

Baca juga: Berita Foto: Hutan Lord of The Rings di Banyuwangi

Di usia empat tahun, dia sudah bisa membaca dan kemudian menulis, yang membuat ibunya mengizinkannya membaca banyak buku.

Tolkien kecil sangat menyukai Red Indians serta novel fantasi karya George MacDonald, dan Fairy Books Andrew Lang yang kemudian memengaruhi karyanya.

Pada 1904, Mabel meninggal di usia 34 tahun akibat diabetes akut. Sebelumnya, dia sempat memercayakan anaknya kepada sahabatnya, Fr Francis Xavier Morgan.

Tolkien masuk ke Sekolah King Edward Birmingham, dan Sekolah St Phillip. Dia sempat masuk ke Resimen Mahasiswa, dan membantu mengamankan penobatan Raja George V di 1910.

2. Perang Dunia I

Pada Agustus 1914, Inggris terlibat dalam perang. Namun, Tolkien memilih untuk tidak segera mengajukan diri ke militer.

Dia memilih untuk menyelesaikan pendidikannya hingga lulus di Juli 1915. Setelah itu dia ditempatkan di resimen infantri Lancashire Fusiliers dengan pangkat Letnan Dua.

Dia berlatih bersama Batalion 13 Cannock Chase, Staffordshire, selama 11 bulan. 2 Juni 1916, Tolkien menerima telegram penempatannya di Perancis.

Tolkien masuk ke Somme awal Juli 1916, dan terlibat Pertempuan Somme. 27 Oktober 1916, dia terkena demam Trench ketika batalionnya bersiap menyerang Parit Regina.

Sepanjang pertempuran, dia harus bolak-balik antara rumah sakit dan garnisun, dan dinyatakan tidak fit untuk mengabdi.

Baca juga: Sutradara Lord of The Rings Terganggu Burung dan Biri-biri

 

3. Karir Menulis

Di 3 November 1920, Tolkien dibebastugaskan dari militer dengan pangkat Letnan. Pekerjaan pertama sebagai rakyat sipil adalah Kamus Inggris Oxford.

Di sana, dia bekerja di bagian sejarah dan etimologi kata dengan asal usul Jerman, dimulai dari huruf W.

Di tahun yang sama, Tolkien bergabung bersama jurusan Bahasa Inggris Universitas Leeds dengan jabatan Reader atau akademisi senior.

Baca juga: Pernah Terpikir Kuliah di Kampus Pencetak Animator Lord of The Rings?

Beberapa tahun kemudian, dia menjadi profesor di Universitas Oxford. Di sana, dia membentuk grup menulis bernama The Inklings.

Dalam anggota kelompok tersebut, terdapat CS Lewis, novelis yang bakal terkenal karena karyanya Chronicles of Narnia, dan Owen Barfield.

Ketika di Oxford mengerjakan sebuah makalah, secara spontan Tolkien menulis sebuah cerita pendek berjudul The Hobbit.

4. Lahirnya Mahakarya: Hobbit dan The Lord of the Rings

Kisah mengenai petualangan hobbit bernama Bilbo Baggins pertama kali dipublikasikan pada 1937, dan dikategorikan sebagai buku anak-anak.

Tolkien sempat mengutarakan bahwa dia tidak bermaksud menjadikan Hobbit sebagai buku bagi anak-anak. Dia kemudian membuat 100 gambar untuk memperkuat narasinya.

Beberapa tahun kemudian ketika mengerjakan makalah ilmiah, Tolkien menelurkan novel terbaiknya, The Lord of the Rings.

Bagian pertama dari trilogi tersebut, The Fellowship of the Rings, dirilis pada 1954, The Two Towers dan The Return of the Kings dipublikasikan pada 1955.

Trilogi itu terinspirasi dari mitos Eropa kuno yang menampilkan peta, pengetahuan, hingga bahasa baru.

Buku tersebut memberi pembaca sebuah dunia yang kaya akan peri, goblin, pohon berjalan, hingga penyihir seperti Gandalf.

Meski The Rings awalnya menuai kritik, banyak orang di dunia mulai menyelami buku Tolkien melalui perkumpulan yang mempelajari bahasa dalam karakter buku itu.

Baca juga: Perempuan Ini Curi Pedang "Lord of the Rings"

 

5. Masa Tua dan Kematian

Tolkien memutuskan pensiun pada 1959. Di masa tuanya, dia mulai mendapat perhatian publik dan ketenaran. Bahkan di 1961, Lewis menominasikannya untuk Penghargaan Nobel Sastra.

Penjualan bukunya begitu deras yang membuat Tolkien menyesal mengapa dia tidak memilih untuk pensiun lebih awal.

Baca juga: Perbukitan Cantik Ini yang Menginspirasi Novel Lord of The Rings

Awalnya, dia merasa senang untuk menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan penggemarnya. Namun, lama kelamaan dia menjadi jenuh dengan popularitas yang diraih.

Di 1972, dia menulis sebuat surat di mana dia menyesal menjadi figur budaya, dan mengubah nomor teleponnya, serta pindah ke Bournemouth.

Pada 2 September 1973, Tolkien meninggal di usia 81 tahun akibat pendarahan lambung dan infeksi di dada. Sebelumnya sang istri, Edith, meninggal 29 November 1971.

Dia dikuburkan bersama istrinya di Pemakaman Wolvercote, Oxford. Di batu nisan mereka, tertulis Luthien untuk Edith, dan Beren bagi Tolkien.

Dua nama tersebut diambil dari karakter novel The Silmarillion.

Baca juga: Panduan Transportasi Menuju Hutan Lord of The Rings di Banyuwangi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.