Rusia Tak Kenal Dua Tersangka Pelaku Serangan Racun Saraf di Inggris

Kompas.com - 05/09/2018, 21:31 WIB
Petugas polisi berjaga-jaga di Jalan Rollestone, di luar John Baker House di Salisbury, Inggris, terkait penyelidikian kematian akibat terpapar racun saraf Novichok. Foto ini diambil pada pada Sabtu (7/7/2018). (AFP/Niklas Hallen) Petugas polisi berjaga-jaga di Jalan Rollestone, di luar John Baker House di Salisbury, Inggris, terkait penyelidikian kematian akibat terpapar racun saraf Novichok. Foto ini diambil pada pada Sabtu (7/7/2018). (AFP/Niklas Hallen)

MOSKWA, KOMPAS.com - Pemerintah Rusia mengaku tidak tahu dengan dua nama pria Rusia yang dituduh sebagai pelaku serangan racun saraf terhadap mantan mata-mata Sergei Skripal di Inggris, Maret lalu.

Pernyataan tersebut setelah Kepolisian Inggris merilis dua nama pria Rusia, Alexander Petrov dan Ruslan Boshirov, yang diidentifikasi sebagai pelaku yang mencoba membunuh mantan agen ganda Sergei Skripal dan putrinya Yulia dengan racun saraf Novichok.

"Nama-nama yang diterbitkan oleh media (Inggris), seperti foto-foto mereka, tidak ada artinya bagi kami," kata juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova, Rabu (5/9/2018).

Baca juga: Inggris Umumkan 2 Tersangka Kasus Mantan Agen Rusia Diracun Saraf

Otoritas Inggris mengatakan, nama-nama tersebut kemungkinan besar merupakan alias, atau nama lain. Namun Moskwa menuduh London telah memanipulasi informasi.

"Kami sekali lagi meminta pihak Inggris untuk beralih dari melakukan tuduhan publik dan memanipulasi informasi menjadi kerja sama praktis melalui lembaga penegakan hukum," kata Zakharova dalam pernyataannya.

Wakil permanen Rusia di Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), Alexander Shulgin, menyebut pernyataan yang dikeluarkan Inggris sebagai bentuk "provokasi".

"Sejak awal kami mengatakan bahwa Rusia tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi di Salisbury," kata Shulgin.

Salisbury adalah lokasi terjadinya insiden serangan racun saraf terhadap Sergei Skripal dan putrinya, yang ditemukan tak sadarkan diri di sebuah kursi taman.

Layanan Penuntutan Mahkota Inggris (CPS) mengatakan tidak akan menerapkan ekstradisi terhadap kedua tersangka. Namun mereka mengatakan telah mendapat surat perintah penangkapan Eropa untuk kedua tersangka.

Baca juga: AS Berlakukan Sanksi Baru untuk Rusia Terkait Kasus Racun Saraf

CPS mengatakan kedua pria Rusia itu menghadapi tuduhan melakukan konspirasi untuk membunuh Skripal, serta melakukan percobaan pembunuhan untuk Skripal, putrinya Yulia dan seorang polisi yang terluka dalam serangan itu, Nick Bailey.

Racun saraf Novichok diketahui berasal dari sebuah botol kecil menyerupai parfum dan diklaim telah ditemukan.

Skripal diyakini pertama terpapar racun saraf tersebut dari gagang pintu depan rumahnya di kota Salisbury.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

Internasional
Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Internasional
Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Internasional
Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Internasional
Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X