Kompas.com - 05/09/2018, 14:43 WIB
Gambar yang diambil dari helikopter pada Rabu (5/9/2018) ini menunjukkan mobil saling tumpang tindih di tumpukan karena angin kencang di Kobe, prefektur Hyogo. Topan Jebi telah menghantam pantai barat Jepang dan sejauh ini menewaskan 11 orang. (AFP/Jiji Press) Gambar yang diambil dari helikopter pada Rabu (5/9/2018) ini menunjukkan mobil saling tumpang tindih di tumpukan karena angin kencang di Kobe, prefektur Hyogo. Topan Jebi telah menghantam pantai barat Jepang dan sejauh ini menewaskan 11 orang. (AFP/Jiji Press)

TOKYO, KOMPAS.com — Korban tewas akibat topan terkuat di Jepang selama 25 tahun terakhir telah mencapai 11 orang dan 600 orang mengalami luka-luka.

The Asahi Shimbun mengabarkan, badai yang menerjang kawasan Jepang bagian barat pada Selasa (4/9/2018) itu juga membuat ribuan orang telantar di bandara. Topan Jebi itu juga menyebabkan infrastruktur rusak dan gelombang tinggi.

Dalam foto yang dirilis oleh Jiji Press, Rabu (5/8/2018), terlihat mobil bertumpuk tak beraturan, tumpang-tindih, dan ada pula yang terbalik akibat terjangan angin kencang di Kobe, Prefektur Hyogo.

Baca juga: Topan Terkuat dalam 25 Tahun di Jepang Renggut 9 Korban Jiwa

Selain itu, kendaraan di tempat parkir dekat kantor Sakishima milik pemerintah Prefektur Osaka di Suminoe Ward juga dalam kondisi terbalik.

Di area bongkar muat di Osaka juga tampak kontainer berjatuhan bak lego ketika dipandang dari atas. Di Kyoto, topan merobohkan sebagian langit-langit stasiun kereta utama.

Embusan kuat menghancurkan atap rumah, membuat truk terbalik di jembatan, dan menyeret 2.591 ton kapal tanker yang berlabuh di Osaka Bay ke jembatan yang mengarah ke Bandara Internasional Kansai.

Angin berkekuatan hingga 216 km per jam itu membuat lebih dari 1,2 juta orang diperintahkan untuk meninggalkan rumah mereka menyusul topan Jebi yang mendekati area Kansai.

Bisnis, pabrik, dan sekolah di wilayah yang terdampak bencana ditutup, sementara badai memaksa pembatalan ratusan jadwal penerbangan, perjalanan feri, dan kereta peluru.

Ekonom menilai masih terlalu dini untuk mengukur dampak badai terhadap industri lokal karena tergantung pula pada seberapa lama bandara akan tutup.

Ekonom senior di Mizuho Research Institute, Yusuke Ichikawa, mengatakan, sekitar 10 persen aktivitas ekspor Jepang dikirim dari bandara Kansai.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.