Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/09/2018, 23:52 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Kerabat Kerajaan Arab Saudi mengkritik Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz dan Putra Mahkota akan peran mereka dalam konflik di Yaman.

Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al-Saud menyebut raja dan putra mahkota Kerajaan Saudi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan yang telah membunuh ribuan warga sipil di Yaman.

Pernyataan itu disampaikan Pangeran Ahmed di hadapan sekelompok pengunjuk rasa yang menggelar aksi di luar kediamannya di London.

"Apa hubungan keluarga al-Saud dengan seruan kalian? Kami tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi (di Yaman). Pejabat terkaitlah yang bertanggung jawab, seperti raja dan putra mahkota," kata Pangeran Ahmed.

Baca juga: Perang Bikin Biaya Hidup Makin Mahal, PNS di Yaman Dapat Kenaikan Gaji

"Saya berharap perang di Yaman dapat berakhir lusa," tambahnya diberitakan The New Arab, Selasa (4/9/2018).

Dalam sebuah rekaman video, kerabat senior dari keluarga kerajaan itu juga menyatakan setuju dengan kecaman yang disampaikan para demonstran terkait serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman pada Agustus lalu yang menewaskan puluhan warga sipil termasuk 40 anak-anak.

Dia juga menyampaikan simpati terhadap penahanan aktivis oleh Bahrain, sekutu dekat Saudi dan berjanji akan mengambil tindakan jika memungkinkan.

Kritikan yang disampaikan oleh anggota keluarga al-Saud terhadap pemerintahan Kerajaan Saudi sangat jarang terjadi.

Hal ini mencerminkan adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan agresif yang ditunjukkan Raja Salman dan putra mahkota.

Pangeran Ahmed adalah adik laki-laki Raja Salman dan merupakan salah satu anggota Sudairi Seven, sebuah blok putra-putra berpengaruh dari pendiri kerajaan Saudi.

Baca juga: Koalisi Saudi Akui Bersalah atas Serangan yang Tewaskan Anak-anak Yaman

Dia menjabat sebagai wakil menteri dalam negeri selama 37 tahun dan sempat menjabat sebagai menteri pada 2012.

Koalisi pimpinan Arab Saudi mulai mengintervensi perang di Yaman pada Maret 2015.

Arsitek perang Yaman, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menjadi sorotan usai kebijakan luar negerinya yang agresif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.