Inggris Tuduh Rusia Ganggu Perdamaian di Negara yang Dilanda Perang

Kompas.com - 04/09/2018, 19:03 WIB
Menteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson. AFP / DANIEL LEAL-OLIVASMenteri Pertahanan Inggris, Gavin Williamson.

KABUL, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson menyebut Rusia sebagai " pengganggu" yang menghambat proses perdamaian di negara yang dilanda perang.

Williamson melakukan kunjungan ke Afghanistan selama tiga hari untuk mengunjungi pangkalan dan pos pemeriksaan di Kabul dan Mazar-i-Sharif. Dia juga bertemu dengan Presiden Ashraf Ghani.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Williamson mengatakan bahwa Rusia telah menjadi pengganggu untuk proses perdamaian di negara yang dilanda perang, termasuk Afghanistan.

"Ya, kami melihat ada kepentingan yang jauh lebih besar dari Rusia di Afghanistan. Saya menggambarkan karena mereka ingin misi NATO mengalami kegagalan," kata Williamson, dilansir Daily Mail, Senin (3/9/2018).

Baca juga: Rusia Tuduh Inggris Sengaja Membahayakan Pesawat Tempur Mereka

Inggris mengklaim Rusia memasok persenjataan ke Iran yang kemudian berakhir berada di tangan Taliban di Afghanistan.

Pemerintah Rusia juga sempat mengundang Taliban ke Moskwa untuk pembicaraan perdamaian, sebuah proses yang seharusnya dipimpin oleh pemerintah Afghanistan dan didukung sekutu Barat.

Sebelumnya, Williamson mengatakan bahwa pemerintah Inggris telah kembali mengirimkan 440 tentaranya ke Afghanistan.

Pengiriman pasukan tambahan tersebut menyusul kekhawatiran akan adanya serangan teror seperti di Manchester pada Mei 2017.

Dengan tambahan 440 pasukan, maka Inggris secara keseluruhan memiliki 1.100 personel militer di Afghanistan. Salah satu misi mereka adalah melatih pasukan lokal Afghanistan sebagai bagian dari koalisi NATO.

Inggris sempat menarik pasukan tempurnya dari negara itu pada 2014. Namun sejak saat itu terjadi lonjakan korban warga sipil, termasuk lebih dari 100 orang yang tewas akibat teror bom di ambulans yang meledak pada Januari lalu di Kabul.

Selama dua tahun terakhir, ISIS diyakini telah membangun pijakan baru di Afghanistan setelah mereka terusir dari Irak dan Suriah.

Bulan lalu, Duta Besar Afghanistan untuk Inggris, Said Jawad menyampaikan beberapa pendukung fanatik ISIS tersebut memiliki paspor Inggris.

Baca juga: Inggris Kirim 440 Tentara Tambahan ke Afghanistan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Daily Mail
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Mengungsi ke Meksiko, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Janji Kembali Lebih Kuat

Internasional
Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Dilarang Berhubungan Seks di Rumah, Pria Ini Bunuh Anjing Ibunya

Internasional
Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Diperkosa Kakak Sendiri, Bocah 10 Tahun Hamil 8 Bulan

Internasional
Dilecehkan 2 'Suami' di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Dilecehkan 2 "Suami" di China, Gadis 13 Tahun asal Kamboja Diselamatkan

Internasional
Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Bantu Penyintas Gempa Filipina, Tim Dompet Dhuafa Bangun Huntara

Internasional
Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Serangan Israel Bunuh Komandan Milisi Jihad Islam di Jalur Gaza

Internasional
Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Permintaan Suaka Dikabulkan, Eks Presiden Bolivia Evo Morales Terbang ke Meksiko

Internasional
Australia Bersiap untuk 'Bencana' Kebakaran Hutan

Australia Bersiap untuk "Bencana" Kebakaran Hutan

Internasional
Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Pemimpin Hong Kong: Demonstran Kini adalah Musuh Rakyat

Internasional
Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Tiga Penampil Ditikam Pria Yaman di Arab Saudi

Internasional
Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Pria di Singapura Akui Berhubungan Seks dengan Anak Tiri yang Berumur 15 Tahun

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

[POPULER INTERNASIONAL] Polisi Hong Kong Tembak Demonstran | Pengantin ISIS Ingin Pulang ke AS

Internasional
Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Pria di Hong Kong Dibakar Hidup-hidup oleh Demonstran karena Masalah Identitas

Internasional
Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Diminta Berhenti Minum-minum, Pria di India Memenggal Kepala Istrinya

Internasional
Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Meski Masih Hidup, Wanita Ini Dinyatakan Sudah Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X