Koalisi Saudi Sebut Sasaran Serangan Udara yang Tewaskan 40 Anak Sah

Kompas.com - 04/09/2018, 17:53 WIB
Warga melihat kondisi bus yang hancur akibat serangan yang dilancarkan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman. AFP / STRINGERWarga melihat kondisi bus yang hancur akibat serangan yang dilancarkan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman.

RIYADH, KOMPAS.com - Meski telah mengakui melakukan kesalahan dalam serangan udara yang menewaskan puluhan anak-anak di Yaman, koalisi pimpinan Arab Saudi menegaskan target serangan yang dilancarkan pada Agustus lalu itu sah.

Juru bicara koalisi, Turki al-Maliki menyampaikan, penyelidikan yang dilakukan koalisi terhadap serangan udara pada 9 Agustus lalu, menemukan bahwa target serangan adalah sah.

"Target itu sah namun ada kesalahan dalam waktu dilancarkannya serangan," kata Maliki kepada wartawan di Riyadh, Senin (3/9/2018), dilansir AFP.

Pada Sabtu (1/9/2018), koalisi pimpinan Saudi telah mengakui melakukan kesalahan dalam serangan udara ke Yaman yang berakibat tewasnya 40 anak-anak.


Baca juga: Koalisi Saudi Akui Bersalah atas Serangan yang Tewaskan Anak-anak Yaman

Pengakuan kesalahan yang dilakukan koalisi terbilang sangat jarang selama tiga tahun berlangsungnya peperangan di Yaman.

Serangan udara yang disebut sebagai sebuah kesalahan itu menargetkan pasar yang ramai di wilayah Yaman utara yang dikuasai pemberontak.

Total sebanyak 51 tewas dengan 79 lainnya luka-luka dalam serangan di Provinsi Saada, salah satu wilayah yang dikontrol pemberontak Houthi.

Anak-anak yang menjadi korban tewas merupakan penumpang sebuah bus sekolah.

Insiden tersebut memicu kecaman masyarakat internasional yang menuntut dilakukannya penyelidikan yang kredibel dan transparan.

Maliki mengatakan, dengan mempertimbangkan penyelidikan yang tengah digelar, koalisi akan merevisi aturan dalam pertempurannya demi menghindarkan korban dari warga sipil.

Selain itu, koalisi juga menawarkan kompensasi untuk keluarga korban serangan udara pada Agustus lalu.

Baca juga: Serangan Koalisi Saudi Tewaskan 29 Anak yang Baru Pulang Piknik

Koalisi pimpinan Saudi telah memulai intervensi konflik di Yaman sejak Maret 2015 setelah kelompok Houthi mengusir pemerintahan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi dari ibu kota Sanaa dan menguasai sebagain wilayah negara itu.

Hampir 10.000 orang tewas selama berlangsungnya konflik yang memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia menurut PBB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Penembakan Kembali Terjadi di Thailand, 1 Orang Tewas

Internasional
Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Senator AS Ini Sebut Virus Corona Berasal dari Laboratorium di Wuhan

Internasional
Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Ternyata, Nama Planet Pluto Diambil dari Orang Ini

Internasional
Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Dokumen Bocor Sebut China Menahan Uighur karena Punya Jenggot

Internasional
Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Sudah Sembuh dari Virus Corona, Pria Ini Ingin Makan Kebab

Internasional
Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Ledakan Bom Hantam Tim Vaksin Polio di Pakistan

Internasional
Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Pemerintah China Minta Warganya yang Sembuh dari Virus Corona untuk Donasikan Darah

Internasional
Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Terapkan Aturan Ketat untuk Tangkal Virus Corona, Warga Hubei Dilarang Keluar Rumah

Internasional
Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Aktivis HAM Pengkritik Presiden China Xi Jinping Ditahan

Internasional
Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Kim Jong Un Habiskan Rp 6,8 Miliar demi Kuda Jantan Putih Asli Rusia

Internasional
Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Wabah Virus Corona, Pedagang Hewan Liar di China Berniat Jualan Lagi jika Larangan Dicabut

Internasional
Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Ayah di Suriah Ini Ajari Anaknya Tertawa Setiap Dengar Ledakan Bom

Internasional
Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Kisah Pasien Virus Corona: Kakek Baru Dapat Kasur Rumah Sakit 3 Jam Sebelum Meninggal

Internasional
Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Hamas Gunakan Gambar Wanita Cantik untuk Retas Ponsel Tentara Israel

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 18 Februari 2020 Capai 1.863 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X