Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

UEA Akan Kirim Astronot Pertama ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Kompas.com - 04/09/2018, 11:30 WIB
Veronika Yasinta

Penulis

Sumber AFP

DUBAI, KOMPAS.com - Pemerintah Uni Emirat Arab pada Senin (3/9/2018) telah memilih dua astronot pertamanya yang akan menjalankan misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

AFP mewartakan, Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed Rashed al-Maktou mengumumkan dua astronot tersebut adalah Hazza al-Mansouri (34) dan Sultan al-Neyadi (37).

"Hazza dan Sultan merepresentasikan semua kaum muda Arab dan mewakili ambisi tertinggi UEA," kicaunya di Twitter.

Keduanya bersaing di antara lebih dari 4.000 warga UEA yang mengajukan diri dalam program tersebut. Ada enam tahapan ketat untuk menyaring peserta menjadi dua orang terpilih.

Baca juga: UEA Bantah Klaim Serangan Drone Kelompok Houthi di Bandara Dubai

Pada tahun lalu, pria yang sekaligus menjabat sebagai wakil presiden UEA ini menyatakan bakal mengirim astronot dari negaranya ke stasiun luar angkasa dalam waktu lima tahun ke depan.

UEA menargetkan program di ruang angkasa senilai 20 miliar dirham atau sekitar Rp 81,1 triliun.

Dengan program astronot, UEA merupakan salah satu dari segelintir negara di Timur Tengah yang sudah mengirim seseorang ke ruang angkasa.

Negara tersebut berambisi menjadi pemimpin global dalam eksplorasi ruang angkasa.

Negara Teluk yang kaya minyak itu juga berharap menjadi negara Arab pertama yang mengirim penjelajahan tanpa awak untuk mengorbit di Mars pada 2021 dengan nama program "Hope".

Baca juga: Dianggap Berbahaya, UEA Larang Warganya Lakukan Tantangan Tarian Viral

Orang Arab pertama yang mencapai ruang angkasa adalah Sultan bin Salman Al-Saud dari Arab Saudi, yang ikut dalam misi pesawat ulang-alik AS pada 1985.

Dua tahun kemudian, pilot angkatan udara Suriah, Muhammed Faris, menghabiskan waktunya selama sepekan di stasiun ruang angkasa eks-Uni Soviet, Mir.

Dalam jangka panjang, pemerintah UEA berencana membangun "Kota Sains" untuk mereplikasi kehidupan di Mars, sekaligus bertujuan menciptakan permukiman manusia pertama di planet merah itu pada 2117.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com