Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/09/2018, 20:57 WIB

ADEN, KOMPAS.com - Pemerintah Yaman memutuskan untuk menaikkan gaji ribuan karyawan sektor publik, termasuk pensiunan.

AFP mewartakan pada Senin (3/9/2018), sebelumnya ratusan orang melakukan berunjuk rasa di Aden. Mereka melakukan protes terhadap kenaikan biaya hidup.

Seperti diketahui, pemerintah Yaman tidak mampu membayar gaji pegawai negeri selama lebih dari satu tahun.

Negara miskin dan dilanda perang itu mengalami pemerosotan nilai tukar mata uang lokal riyal terhadap dollar AS. Riyal kehilangan lebih dari dua pertiga nilainya terhadap dollar AS sejak 2015.

Baca juga: Koalisi Saudi Akui Bersalah atas Serangan yang Tewaskan Anak-anak Yaman

Pertemuan kabinet di Riyadh, Arab Saudi, yang dipimpin oleh Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi, menyepakati peningkatan gaji pegawai negeri sipil, termasuk pensiunan dan kontraktor.

Namun, belum diketahui kapan kenaikan gaji tersebut akan mulai berlaku.

Beberapa jam sebelum keputusan itu disetujui, ratusan orang turun ke jalan di Aden, yang kini berfungsi sebagai ibukota de facto pemerintah.

Mereka membakar ban dan memblokir jalan-jalan utama untuk mendesak bantuan pemerintah.

Massa mengancam akan mengabaikan pemerintah sampai ada langkah kebijakan bagi jutaan warga Yaman yang berjuang untuk bertahan hidup.

Kemerosotan ekonomi dibarengi dengan blokade di bandara internasional dan pelabuhan yang dikuasai pemberontak, telah membuat penduduk Yaman tidak mampu membeli makanan pokok dan air kemasan.

Baca juga: Koalisi Saudi akan Selidiki Serangan yang Tewaskan 29 Anak di Yaman

Pada 2016, lebih dari 1 juta pegawai negeri di Yaman kehilangan pekerjaannya karena presiden Hadi memindahkan bank sentral dari Sanaa ke Aden.

Sementara, kelompok pemberontak juga mengoperasikan bank sentral sendiri di ibu kota yang mereka kuasai sejak 2014.

PBB menyebut perang Yaman telah menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan lebih dari tiga perempat penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan dan 8,4 juta orang terancam kelaparan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.