Perang Bikin Biaya Hidup Makin Mahal, PNS di Yaman Dapat Kenaikan Gaji

Kompas.com - 03/09/2018, 20:57 WIB
Salah seorang warga Yaman berjalan di dekat lokasi reruntuhan akibat serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi di kota Aser, selatan ibu kota Sanaa, pada Senin (25/12/2017). Mohammed Huwais / AFPSalah seorang warga Yaman berjalan di dekat lokasi reruntuhan akibat serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi di kota Aser, selatan ibu kota Sanaa, pada Senin (25/12/2017).

ADEN, KOMPAS.com - Pemerintah Yaman memutuskan untuk menaikkan gaji ribuan karyawan sektor publik, termasuk pensiunan.

AFP mewartakan pada Senin (3/9/2018), sebelumnya ratusan orang melakukan berunjuk rasa di Aden. Mereka melakukan protes terhadap kenaikan biaya hidup.

Seperti diketahui, pemerintah Yaman tidak mampu membayar gaji pegawai negeri selama lebih dari satu tahun.

Negara miskin dan dilanda perang itu mengalami pemerosotan nilai tukar mata uang lokal riyal terhadap dollar AS. Riyal kehilangan lebih dari dua pertiga nilainya terhadap dollar AS sejak 2015.

Baca juga: Koalisi Saudi Akui Bersalah atas Serangan yang Tewaskan Anak-anak Yaman

Pertemuan kabinet di Riyadh, Arab Saudi, yang dipimpin oleh Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi, menyepakati peningkatan gaji pegawai negeri sipil, termasuk pensiunan dan kontraktor.

Namun, belum diketahui kapan kenaikan gaji tersebut akan mulai berlaku.

Beberapa jam sebelum keputusan itu disetujui, ratusan orang turun ke jalan di Aden, yang kini berfungsi sebagai ibukota de facto pemerintah.

Mereka membakar ban dan memblokir jalan-jalan utama untuk mendesak bantuan pemerintah.

Massa mengancam akan mengabaikan pemerintah sampai ada langkah kebijakan bagi jutaan warga Yaman yang berjuang untuk bertahan hidup.

Kemerosotan ekonomi dibarengi dengan blokade di bandara internasional dan pelabuhan yang dikuasai pemberontak, telah membuat penduduk Yaman tidak mampu membeli makanan pokok dan air kemasan.

Baca juga: Koalisi Saudi akan Selidiki Serangan yang Tewaskan 29 Anak di Yaman

Pada 2016, lebih dari 1 juta pegawai negeri di Yaman kehilangan pekerjaannya karena presiden Hadi memindahkan bank sentral dari Sanaa ke Aden.

Sementara, kelompok pemberontak juga mengoperasikan bank sentral sendiri di ibu kota yang mereka kuasai sejak 2014.

PBB menyebut perang Yaman telah menyebabkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan lebih dari tiga perempat penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan dan 8,4 juta orang terancam kelaparan.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X