Belasan Bangkai Sapi Ditemukan Terapung di Sungai Australia - Kompas.com

Belasan Bangkai Sapi Ditemukan Terapung di Sungai Australia

Kompas.com - 03/09/2018, 20:02 WIB
Satu dari 13 bangkai sapi yang mengambang di Richmond River selama 10 hari. (Phil Terry via ABC) Satu dari 13 bangkai sapi yang mengambang di Richmond River selama 10 hari. (Phil Terry via ABC)

SYDNEY, KOMPAS.com - Temuan belasan bangkai sapi yang dibiarkan terapung di sebuah sungai di pesisir utara New South Wales, Australia.

Bangkai sapi yang mengambang setidaknya 10 hari telah memicu kekhawatiran meningkatnya aktivitas hiu dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat.

Layanan Darurat Negara Bagian (SES) New South Wales awalnya dihubungi menyusul adanya sejumlah ternak yang terdampar di dasar sebuah tebing curam di Sungai Richmond.

Anggota SES cabang Lismore, Neville Graham, mengatakan fenomena ini merupakan situasi yang menyedihkan.

Baca juga: Warga Australia Gempar Lihat Bola Api Raksasa Melintas di Langit

"Ternak yang tidak bisa diselamatkan itu tampaknya sudah berada disungai selama beberapa waktu," katanya.

"Ada hiu banteng yang sampai ke sungai. Jadi begitu mereka mencium sedikit bau dari sesuatu di situ, saya menduga hiu banteng kemungkinan akan semakin sering juga mengunjungi daerah itu," ucap Graham.

Dia mengatakan, petugas berhasil menyelamatkan tiga ekor sapi dan menarik hewan tersebut dari air.

" Sapi keempat yang berhasil kami selamatkan mungkin akan disuntik mati. Kami diizinkan untuk setidaknya mencoba menyelamatkan binatang itu, tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil," ujarnya.

Graham mengatakan bukan kewenangan SES untuk mengeluarkan bangkai binatang dari air, tetapi itu merupakan tanggung jawab pemilik properti atau dewan kota.

Seorang warga pria setempat, Phil Terry, mengaku terkejut melihat 13 ekor bangkai sapi dibiarkan saja di sungai yang berada antara Lismore dan Coraki pada Minggu (2/9/2018).

Terry mengatakan, ada anak-anak yang bermain di air di dekat bangkai sapi tersebut, begitu juga orang-orang dewasa yang sedang memancing.

"Sapi-sapi ini benar-benar menderita. Mereka terjatuh di sungai, mereka terjebak di lumpur, dan mereka ada di tengah sungai," ujarnya.

Baca juga: Dituduh Memata-matai Kamboja, Sineas Asal Australia Dipenjara Enam Tahun

Alat pompa air di properti itu rusak dan ternak-ternak itu terjebak setelah berjalan menuruni sebuah tebing curam untuk minum.

Greg Bell, dari Unit Kesehatan Umum Pantai Utara, mengatakan mikro-organisme yang terlepas dari sapi yang membusuk dapat menyebabkan iritasi mata, telinga atau perut pada orang yang berenang atau mengambil air dari area tersebut.

"Semakin lama bangkai itu dibiarkan disana, semakin banyak yang akan benar-benar rusak terurai secara alami, sehingga konsentrasi berbagai bakteri dan mikro-organisme secara alami akan memburuk," katanya.


Komentar
Close Ads X