Selidiki Pembunuhan Warga Rohingnya, Jurnalis Myanmar Divonis 7 Tahun

Kompas.com - 03/09/2018, 14:46 WIB
Jurnalis Reuters, Wa Lone (tengah) dijaga polisi ketika tiba di pengadilan di Yangon, Myanmar, Rabu (10/1/2018). (AFP/Ye Aung Thu) Jurnalis Reuters, Wa Lone (tengah) dijaga polisi ketika tiba di pengadilan di Yangon, Myanmar, Rabu (10/1/2018). (AFP/Ye Aung Thu)

YANGON, KOMPAS.com - Pengadilan Myanmar menjatuhkan hukuman penjara selama 7 tahun kepada dua jurnalis Reuters yang melakukan investigasi tindakan keras militer terhadap warga etnis Rohingya.

Melansir Straits Times pada Senin (3/9/2018), Wa Lone (32) dan Kyaw Soe Oo (28) dianggap bersalah karena melanggar kerahasiaan negara.

Mereka ditangkap pada Desember 2017, setelah diundang oleh anggota polisi untuk bertemu di sebuah restoran di Yangon.

"Saya percaya pada keadilan dan demokrasi," kata Wa Lone, usai menjalani sidang putusan.

Baca juga: Reuters: Jurnalis Kami Ditahan karena Meliput Pembantaian Rohingya

Sebelum ditangkap, mereka sedang menyelidiki pembunuhan 10 warga etnis Rohingya di desa Inn Din, negara bagian Rakhine.

"Ini buruk bagi Myanmar, untuk demokrasi, supremasi hukum, dan kebebasan pers," ujar Khin Maung Zaw, pengacara kedua wartawan itu.

CNN mewartakan, Kyaw mengaku tidak terkejut dengan putusan itu, kendati dia tidak melakukan kesalahan apa pun.

"Kami tidak benar-benar terkejut dengan vonis itu," ucapnya.

Dalam persidangan, keduanya bersaksi ada dua petugas polisi yang belum pernah mereka temui sebelumnya, memberikan dokumen berkaitan dengan investigasi pembunuhan warga etnis Rohingya.

Pada April lalu, seorang perwira polisi Myanmar bernama Moe Yan Naing menyatakan di pengadilan bahwa dia mengetahui plot yang dirancang oleh polisi senior untuk menjebak kedua wartawan.

Diplomat dari Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda menyampaikan kekecewaan mereka terhadap putusan tersebut.

Baca juga: Militer Myanmar Kembali Bebaskan 75 Tentara Anak

"PBB secara konsisten menyerukan pembebasan jurnalis Reuters," kata pejabat senior PBB Knut Ostby.

"Kami mendesak pihak berwenang untuk menghormati hak mereka mengejar kebebasan berekspresi dan informasi," ucapnya.

"Wa Lone dan Kyaw Soe Oo harus diizinkan kembali berkumpul bersama keluarga mereka dan melanjutkan pekerjaan sebagai jurnalis," imbuhnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X