Netanyahu Puji Langkah AS Hentikan Pendanaan untuk UNRWA

Kompas.com - 03/09/2018, 08:08 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjalan menuju ke Oval Office untuk menghadiri pertemuan di Gedung Putih, Washington DC, Senin 95/3/2018). (AFP/Mandel Ngan) Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjalan menuju ke Oval Office untuk menghadiri pertemuan di Gedung Putih, Washington DC, Senin 95/3/2018). (AFP/Mandel Ngan)

TEL AVIV, KOMPAS.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji langkah Pemerintahan Presiden Donald Trump yang telah menghentikan pendanaan bagi Badan Pengungsi Palestina PBB, UNRWA.

Netanyahu beralasan bahwa badan tersebut telah melanggengkan permasalahan dan bukan menyelesaikannya.

"Amerika Serikat telah melakukan hal yang sangat penting dengan menghentikan pembiayaan untuk lembaga yang melestarikan pengungsi yang disebut sebagai UNRWA," kata Netanyahu dilansir AFP.

"Tapi akhirnya permasalahan mulai terselesaikan," ujarnya dalam pidato menyambut tahun ajaran baru, Minggu (2/9/2018).

Baca juga: AS Hentikan Total Pendanaan untuk Badan Pengungsi Palestina PBB

Netanyahu menambahkan, dana yang ada harus diambil kembali dan digunakan untuk membantu merehabilitasi pengungsi yang sesungguhnya, di mana jumlah sebenarnya jauh lebih kecil dibandingkan yang dilaporkan oleh UNRWA.

Pada Jumat (31/8/2018), pemerintah AS telah mengumumkan penghentian pendanaan untuk UNRWA, menghentikan peran Washington sebagai pendonor terbesar bagi lembaga itu.

Sepekan sebelumnya, Washington juga telah memutuskan pemotongan bantuan sebesar 200 juta dolar (sekitar Rp 2,9 triliun) untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Langkah-langkah yang diambil AS tersebut telah menuai kecaman dari para pemimpin Palestina yang menuduh pemerintahan Trump berusaha menghentikan perjuangan mereka.

Penghentian dana bantuan turut memicu kekhawatiran akan masa depan badan PBB yang telah berfungsi menyediakan layanan bagi para pengungsi Palestina yang disebut mencapai sekitar lima juta jiwa.

Layanan yang terancam dihentikan termasuk pengoperasian 711 sekolah di wilayah Palestina, Yordania, Lebanon dan Suriah, yang menyediakan pendidikan untuk 526.000 anak-anak pengungsi.

Baca juga: Netanyahu: Hubungan Israel dan Negara Arab, Kunci Perdamaian Palestina

Selain itu, penghentian dana bantuan juga akan berdampak pada pemberian layanan kemanusiaan di berbagai bidang, seperti perawatan kesehatan, khususnya di Jalur Gaza.

Masalah pengungsi Palestina telah lama menjadi salah satu hambatan dalam upaya perdamaian di wilayah tersebut.

Lebih dari 750.000 warga Palestina melarikan diri atau diusir selama perang pada tahun 1948. Mereka dan para keturunannya kini diklasifikasikan sebagai pengungsi yang ditangani UNRWA.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Arab Saudi Tangguhkan Visa Umrah, Ini Negara Tetangganya yang Positif Virus Corona

Internasional
Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Kerusuhan India, 23 Orang Tewas dalam Demo Menentang UU Kewarganegaraan

Internasional
23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

23 Orang Tewas di Kerusuhan India, tapi Ada Juga Demo yang Berlangsung Sunyi

Internasional
Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Keturunan WNI Tanpa Identitas di Malaysia Bertemu Ibu Kandung Setelah 15 Tahun

Internasional
Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Mahathir Mohamad Merasa Belum Waktunya Mundur

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Korban Meninggal karena Virus Corona di Iran Bertambah Empat, Total Ada 19

Internasional
Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Mahathir Mohamad Ingin Bentuk Pemerintahan yang Pro pada Kepentingan Nasional

Internasional
Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Virus Corona, Perancis Umumkan Kematian Pertama dari Warga Negaranya

Internasional
Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Pertama Kalinya, Liga Sepak Bola Putri Arab Saudi Diluncurkan

Internasional
Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk 'Wuhannya Italia', di Tengah Wabah Virus Corona

Cerita Warga Codogno, Kota Berjuluk "Wuhannya Italia", di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Kerusuhan New Delhi Kian Mencekam, Total 20 Orang Tewas

Internasional
Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Wabah Virus Corona, Ritual Rabu Abu di Filipina Berubah

Internasional
Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Tentara AS yang Bertugas di Korea Selatan Terinfeksi Virus Corona

Internasional
Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Telanjang Dada di Depan Anak Tiri, Wanita Ini Dibawa ke Pengadilan

Internasional
Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Publik AS Diminta untuk Bersiap Menghadapi Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X