RIYADH, KOMPAS.com - Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi pemberontak di Yaman mengaku telah membuat kesalahan dalam serangan udara yang menewaskan 40 anak pada 9 Agustus lalu.
Melansir CNN, Minggu (2/9/2018), serangan udara itu mengenai bus sekolah di wilayah Yaman bagian utara yang dikuasai pemberontak Houthi.
Sebanyak 51 orang tewas, termasuk 40 anak-anak, yang sedang dalam perjalanan menuju sebuah ruang hijau yang sedikit tersisa di distrik Saada.
Baca juga: Ribuan Warga Iringi Pemakaman Anak-anak Yaman yang Tewas Dihantam Misil
Dalam sebuah pernyataan, komando pasukan gabungan mengeluarkan pernyataan penyesalan atas kesalahan yang telah dilakukan.
"Komando Pasukan Gabungan akan segera melakukan proses hukum untuk menahan orang-orang yang bertanggung jawab, sesuai dengan aturan," demikian pernyataan koalisi Saudi.
Juru bicara koalisi Mansour al-Mansour mengatakan, perintah telah diberikan agar tidak menargetkan bus yang mengangkut sejumlah warga sipil. Namun, perintah itu terlambat diterima.
Menurut informasi intelijen, bus tersebut mengangkut para pemimpin Houthi.
"Kesalahan lain, target tidak menimbulkan ancaman langsung dan menargetkan bus di area permukiman tidak dapat dibenarkan pada waktu itu," ucapnya, seperti diwartakan AFP.
Serangan misil itu juga melukai 79 orang, di antara korban luka 56 orang adalah anak-anak.
"Mereka sangat senang dengan rencana jalan-jalan ini. Perjalanan ini yang menjadi bahan pembicaraan mereka selama beberapa hari," kata Yahya Hussein, seorang guru.
"Beberapa hari lalu anak-anak ini masih berbicara, tertawa, bermain. Kini mereka sudah menjadi jenazah," tambah Yahya.
Baca juga: Serang Bus Berisi Anak-anak di Yaman, Saudi Diduga Pakai Bom AS
Ribuan orang berkumpul untuk memakamkan para korban di Dahyan.Mobil-mobil dengan logo Houthi menjadi pengangkut jenazah yang sudah dibalut kain kafan dari rumah sakit menuju ke sebuah lapangan untuk didoakan.
Seperti diketahui, negara-negara Teluk membentuk aliansi untuk mengintevensi Perang Yaman pada 2015 mencoba memulihkan kembali pemerintahan yang diakui dunia internasional.
Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi itu digulingkan pemberontak Houthi pada 2014.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.