Di Tengah Krisis, Turki Naikkan Harga Gas Alam hingga 14 Persen

Kompas.com - 02/09/2018, 19:06 WIB
Petugas menunjukkan uang Lira di kantor penukaran uang di Istanbul, 13 Agustus 2018. Dirundung krisis ekonomi, nilai tukar mata uang Turki lira merosot tajam. Hingga Jumat (10/8/2018) lalu, posisi lira anjlok 15,88 persen ke level 6,4323 per dollar Amerika Serikat (AS).AFP PHOTO/YASIN AKGUL Petugas menunjukkan uang Lira di kantor penukaran uang di Istanbul, 13 Agustus 2018. Dirundung krisis ekonomi, nilai tukar mata uang Turki lira merosot tajam. Hingga Jumat (10/8/2018) lalu, posisi lira anjlok 15,88 persen ke level 6,4323 per dollar Amerika Serikat (AS).

ANKARA, KOMPAS.com - Di tengah krisis keuangan yang kian mendalam, Turki dilaporkan telah menaikkan harga gas alam sebesar 14 persen pada Sabtu (1/9/2018).

Demikian pernyataan dari dua sumber seperti kepada Reuters, seperti dikutip dari Al Arabiya.

Operator pipa negara, Botas, menaikkan harga gas alam sebesar 14 persen untuk keperluan industri, dan 9 persen untuk penggunaan rumah tangga.

Namun, pejabat perusahaan Botas tidak bersedia untuk mengomentari laporan tersebut.

Pada bulan lalu, Botas telah meningkatkan harga gas alam untuk produksi listrik sebesar 50 persen dan 9 persen untuk penggunaan rumah tangga.

Baca juga: Erdogan: Turki akan Percepat Proses Pembelian S-400 dari Rusia

Turki bergantung pada impor pada hampir semua kebutuhan energinya, sementara krisis lira telah meningkatkan biaya kebutuhan.

Seperti diketahui, mata uang lira telah jatuh 42 persen terhadap dollar AS pada tahun ini. Para ekonomi mengkhawatirkan tentang ketidakmampuan bank sentral untuk mengendalikan inflasi.

Sebagai informasi, hampir sepertiga dari total produksi listrik di Tukri yang mencapai 293 miliar megawatt berasal dari pembangkit listrik tenaga gas alam pada 2017.

The Sunday Express melaporkan, ekonom memperkirakan data inflasi yang akan dipublikasikan pada Senin (3/9/2018) akan menunjukkan tingkat krisis ekonomi Turki yang memburuk.

"Ini akan memaparkan bukti pertama yang sulit dari dampak jatuhnya lira bulan ini pada ekonomi secara lebih luas," kata Ekonom dari Capital Economics, Jason Tuvey.

Terkait sanksi perdagangan oleh Amerika Serikat kepada Turki, sebelumnya Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak menilai sanksi itu dapat menggoyahkan Timur Tengah.

Menurut dia, sanksi pada akhirnya akan mendorong terorisme dan krisis pengungsi kian memburuk.

"Langkah yang diambil dengan motivasi politik tidak hanya akan berdampak pada sistem keuangan global, tapi juga perdagangan global dan stabilitas regional," katanya pada 27 Agustus lalu.

Baca juga: Jika AS Berpikir Mereka Bisa Seenaknya, Maka Turki Bakal Membalas

Sanksi akan berkontribusi pada masalah yang kacau yang menjadi asupan bagi terorisme dan juga krisis pengungsi," ucapnya.

Perselisihan antara kedua negara tersebut dipicu oleh penahanan seorang pendeta asal AS Andrew Brunson oleh Turki atas tuduhan terlibat kudeta pada 2016.

Dampak penerapan sanksi penggandaan tarif impor aluminium dan baja kepada Turki menyebabkan jatuhnya nilai tukar lira terhadap dollar AS.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Antisipasi Pencurian, Gerobak Bakso Ikan di Manila Dilengkapi CCTV

Internasional
Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Cuaca di Jerman Panas, Seorang Pria Naik Motor Sambil Bugil

Internasional
Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.000 Ekor Kura-kura

Internasional
Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Kini Toilet Masuk Kurikulum Pendidikan Kader Partai Komunis China

Internasional
Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Antar Makan Siang ke Teman, Wanita Ini Meloncat dari Ketinggian 300 Meter

Internasional
Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Diburu ISIS dan Kepalanya Dihargai Rp 14 Miliar, Siapakah Joanna Palani?

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Hari Ini dalam Sejarah: Kisah Penerbangan Helikopter untuk Kali Pertama

Internasional
Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Presiden Iran: Kami Tidak Berniat Mempermalukan AS

Internasional
Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Hendak Masuk AS, Ayah dan Bayinya Tewas Tenggelam di Sungai Meksiko

Internasional
Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Rusia Pamerkan Drone Baru Mirip Burung Hantu Harry Potter

Internasional
Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Trump: Iran Bakal Lenyap jika Serang Orang Amerika

Internasional
Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Trauma Diejek Ibunya Tidak Cantik, Wanita Ini Habis Rp 3 Miliar untuk Operasi Plastik

Internasional
Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Biaya Pernikahan Tinggi Bikin Warga Desa di China Jatuh Miskin

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Hari Ini dalam Sejarah: Misi Pengiriman Makanan dan Sebab Berdirinya Tembok Berlin

Internasional
Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Dituduh Danai Rencana Penggulingan Pemerintahan Mesir, 8 Orang Ditahan

Internasional

Close Ads X