Kompas.com - 02/09/2018, 16:31 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi akhirnya memutuskan untuk meratifikasi undang-undang yang akan memberikan hak otoritas memantau pengguna media sosial.

Langkah tersebut merupakan bagian dari pengetatan kontrol atas penggunaan internet di negara tersebut yang akan membuat pemilik akun media sosial makin terjepit.

Melansir AFP pada Minggu (2/9/2018), Dewan Tertinggi Negara untuk Pengaturan Media akan memiliki kekuatan untuk mengawasi pemilik akun media sosial, pemilik blog pribadi, dan situs web yang memiliki lebih dari 5.000 pengikut.

Baca juga: Cegah Terorisme dan Ancaman Keamanan, Mesir Perketat Aturan Internet

Dewan tersebut akan berwenang menangguhkan atau memblokir akun pribadi apa pun yang dianggap menerbitkan atau menyiarkan berita palsu.

"Otoritas dapat menangguhkan atau memblokir akun pribadi media sosial yang menerbitkan dan menyiarkan berita palsu atau apa pun untuk menghasut, menyebar kekerasan atau kebencian," demikian isi dari aturan itu.

UU baru itu merupakan salah satu dari serangkaian tindakan yang disebut oleh kelompok HAM sebagai aksi untuk membatasi kebebasan berekspresi.

Pada Agustus lalu, Sisi menandatangani aturan yang memungkinkan pihak berwenang melakukan pemblokiran situs web yang dianggap mengancam keamanan dan ekonomi nasional.

Pengelola dan pengunjung situs dengan sengaja akan mendekam di jeruji besi dan dikenai denda.

Pelaku yang terbukti bersalah bisa dijebloskan ke penjara maksimal lima tahun, sementara denda berkisar antara 10.000 pound Mesir hingga 20 juta pound Mesir (sekitar Rp 81, juta-Rp 16,3 miliar).

Baca juga: Untuk Kali Pertama Perempuan Kristen Menjadi Gubernur di Mesir

Pemerintah Mesir mengklaim, langkah tersebut mampu membantu mengatasi ketidakstabilan situasi dan terorisme di negara.

Namun, aktivis HAM setempat dan internasional menuduh pemerintah berusaha untuk menghancurkan perbedaan pendapat dengan menangkap kritikus dan blogger, serta memblokir situs berita.

Asosiasi Kebebasan Berpikir dan Berekspresi yang berbasis di Kairo menyatakan, ada lebih dari 500 situs web telah diblokir oleh pemerintah, sebelum UU baru ditandatangani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.