Kompas.com - 01/09/2018, 21:05 WIB

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pemerintah Israel menyambut langkah AS yang memutuskan untuk menghentikan pendanaan bagi badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA.

Israel memandang badan yang didirikan hampir 70 tahun lalu itu sebagai salah satu faktor yang melanggengkan konflik di Timur Tengah.

Bersama dengan AS, Israel menuduh badan di bawah PBB itu telah mempertahankan gagasan banyak warga Palestina adalah pengungsi yang terusir selama peperangan pada 1948 dan berhak untuk kembali ke tanah mereka.

Tel Aviv pun mendukung keputusan Washington yang hingga tahun lalu masih menjadi penyumbang terbesar UNRWA, namun sejak Jumat (31/8/2018), menghentikan pendanaannya untuk badan yang dianggap telah rusak dan tak bisa dipulihkan.

Baca juga: AS Hentikan Total Pendanaan untuk Badan Pengungsi Palestina PBB

"Israel mendukung langkah AS," kata salah seorang pejabat kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menolak disebutkan identitasnya, Sabtu (1/9/2018).

"Mengkonsolidasikan status pengungsi Palestina merupakan salah satu permasalahan yang telah melanggengkan konflik," tambahnya dilansir AFP.

Sementara Duta Besar Palestina untuk AS, Hossam Zomlot menuduh Washington telah mengingkari komitmen dan tanggung jawab internasional terhadap badan yang ditetapkan melalui resolusi Majelis Umum PBB pada 1949.

"Dengan mendukung narasi Israel yang paling ekstrem pada semua masalah termasuk hak untuk lebih dari lima juta pengungsi Palestina, maka pemerintah AS telah kehilangan statusnya sebagai pembawa perdamaian."

"Pemerintah AS tidak hanya merusak tidak hanya situasi yang sudah bergejolak, tetapi juga prospek untuk perdamaian masa depan," ujar Zomlot.

UNRWA saat ini mendukung sekitar lima juta pengungsi Palestina yang terdaftar dan menyediakan pendidikan bagi 526.000 anak di wilayah Palestina serta kamp-kamp pengungsi di Lebanon, Suriah dan Yordania.

Baca juga: Pangkas Dana Bantuan untuk Gaza, AS Disebut Memeras Palestina

Namun dengan kekurangan dana dikhawatirkan UNRWA mungkin harus menutup seluruh 711 sekolah secara permanen yang dijalankannya setelah penutupan sementara baru-baru ini.

AS sebelumnya telah mengumumkan pemangkasan dana bantuan untuk UNRWA pada Januari lalu, serta memangkas bantuan untuk Jalur Gaza dan Tepi Barat pada pekan lalu sebesar 200 juta dolar (sekitar Rp 2,9 triliun).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.