Kompas.com - 01/09/2018, 19:17 WIB
Anggota Tentara Rakyat Korea berdiri di sisi Korea Utara dan menghadap ke wilayah Korea Selatan di desa perbatasan, Panmunjom. AFP / ED JONESAnggota Tentara Rakyat Korea berdiri di sisi Korea Utara dan menghadap ke wilayah Korea Selatan di desa perbatasan, Panmunjom.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Departemen Luar Negeri AS telah mengumumkan untuk memperpanjang peringatan perjalanan (travel advisory) ke Korea Utara hingga 31 Agustus 2019.

Melalui situs resmi, departemen luar negeri memperingatkan kepada warga negara AS untuk tidak melakukan perjalanan ke Korea Utara karena adanya risiko penangkapan yang serius.

"Jangan bepergian ke Korea Utara karena adanya risiko penangkapan dan penahanan jangka panjang yang serius terhadap warga negara AS," tulis Biro Urusan Konselor dalam pesan yang diunggah di situs departemen luar negeri, Jumat (31/8/2018).

Baca juga: Trump Sebut Hubungan AS dengan Korea Utara Rumit karena China

Dengan pemberlakuan peringatan perjalanan tersebut, warga AS yang ingin bepergian menuju ataupun melalui Korea Utara akan diharuskan memiliki validasi khusus dari departemen luar negeri.

"Pembatasan ini menyatakan bahwa individu tidak dapat menggunakan paspor AS untuk bepergian ke atau melalui negara komunis tersebut tanpa validasi khusus," lanjut pengumuman itu.

Dilansir Yonhap News, validasi khusus yang diterbitkan departemen luar negeri hanya akan diberikan dalam keadaan yang sangat terbatas, termasuk untuk kegiatan diplomatik maupun kemanusiaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah mendapat validasi khusus, warga negara AS yang hendak bepergian ke Korea Utara juga dianjurkan membuat surat wasiat dan menunjuk penerima warisan serta menunjuk kuasa hukum.

Baca juga: Jelang Hari Nasional, Korea Utara Tangguhkan Permintaan Visa Turis

Mereka juga diminta menyusun rencana untuk orang terkasih mengenai perawatan dan hak asuh untuk anak-anak, hewan peliharaan, properti, aset serta wasiat pemakaman.

Departemen Luar Negeri juga mencatat bahwa Amerika Serikat tidak dapat memberikan layanan darurat kepada warga AS di Korea Utara karena tidak memiliki perwakilan diplomatik maupun konsuler di negara tersebut.

Meski demikian, pemerintah Swedia telah berfungsi sebagai pelindung bagi AS di Korea Utara dan menyediakan layanan darurat terbatas.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.