Kompas.com - 01/09/2018, 16:28 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjalan bersama Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun. AFP PHOTO/SAUL LOEBPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjalan bersama Presiden AS Donald Trump pada pertemuan bersejarah antara AS-Korea Utara, di Hotel Capella di Pulau Sentosa, Singapura, Selasa (12/6/2018). Pertemuan ini merupakan yang pertama kalinya bagi pemimpin kedua negara dan menjadi momentum negosiasi untuk mengakhiri kebuntuan permasalahan nuklir yang telah terjadi puluhan tahun.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyanjung dirinya sendiri sebagai orang paling sabar di dunia karena mampu menghadapi pemimpim Korea Utara Kim Jong Un, yang belum mengambil langkah nyata untuk melepaskan persenjataan nuklirnya.

Padahal kedua pihak telah menyepakati untuk denuklirisasi Semenanjung Korea saat pertemuan bersejarah di Singapura pada Juni lalu.

"Saya memiliki kesabaran lebih besar dari manusia mana pun di dunia. Orang-orang hanya tidak mengerti hal itu tentang saya," kata Trump dalam sebuah wawancara di Gedung Putih, Kamis (30/8/2018), dilansir SCMP.

Baca juga: Trump Sebut Hubungan AS dengan Korea Utara Rumit karena China

Trump juga kembali menegaskan hubungannya dengan Kim tetap "baik". Presiden berusia 72 tahun itu menyontohkan pembebasan warga AS yang sempat ditahan Korea Utara sesaat sebelum pertemuan di Singapura.

Selain itu, Pyongyang telah menahan diri untuk tidak menggelar uji coba senjata nuklir maupun misil mereka.

"Anda tidak melihat uji coba misil, tidak melihat uji coba roket. Kami mendapatkan kembali para sandera. Dan belum ada lagi uji coba nuklir. Dan itu cukup baik," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pekan lalu, Trump telah membatalkan rencana perjalanan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Korea Utara, setelah menyimpulkan bahwa tidak ada cukup kemajuan dalam pembicaraan yang ditujukan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea.

Lalu pada Rabu (29/8/2018), Trump menuduh China telah mengacaukan upaya AS dalam menekan Korea Utara untuk menyerahkan persenjataan nuklirnya.

"Korea Utara berada di bawah tekanan yang sangat besar dari China karena perselisihan dagang kami dengan pemerintahan Beijing," kata Trump dalam akun Twitter-nya.

"Pada saat yang sama, kami juga mengetahui bahwa China memberikan bantuan besar kepada Korea Utara, termasuk dari uang, bahan bakar, pupuk dan berbagai komoditas lainnya. Dan hal itu tidaklah membantu," tambah Trump.

Baca juga: Trump Tuduh Google Cuma Tampilkan Berita Negatif tentang Dirinya

Sikap yang ditunjukkan Trump sangat kontras dengan optimisme usai pertemuan dengan Kim di Singapura, di mana dia mengatakan di antara mereka telah terjalin sebuah ikatan dan menegaskan jika Kim akan berkomitmen dengan denuklirisasi.

Menanggapi hal itu, Trump mengatakan hubungan baiknya dengan Kim bukan berarti tidak akan berubah.

"Saya memiliki hubungan baik dengan Kim Jong Un dan saya tidak mengatakan bahwa itu tidak akan berubah. Itu bisa saja berubah. Segala situasi bisa berubah," ujarnya dalam wawancara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.