Kompas.com - 01/09/2018, 16:28 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menyanjung dirinya sendiri sebagai orang paling sabar di dunia karena mampu menghadapi pemimpim Korea Utara Kim Jong Un, yang belum mengambil langkah nyata untuk melepaskan persenjataan nuklirnya.

Padahal kedua pihak telah menyepakati untuk denuklirisasi Semenanjung Korea saat pertemuan bersejarah di Singapura pada Juni lalu.

"Saya memiliki kesabaran lebih besar dari manusia mana pun di dunia. Orang-orang hanya tidak mengerti hal itu tentang saya," kata Trump dalam sebuah wawancara di Gedung Putih, Kamis (30/8/2018), dilansir SCMP.

Baca juga: Trump Sebut Hubungan AS dengan Korea Utara Rumit karena China

Trump juga kembali menegaskan hubungannya dengan Kim tetap "baik". Presiden berusia 72 tahun itu menyontohkan pembebasan warga AS yang sempat ditahan Korea Utara sesaat sebelum pertemuan di Singapura.

Selain itu, Pyongyang telah menahan diri untuk tidak menggelar uji coba senjata nuklir maupun misil mereka.

"Anda tidak melihat uji coba misil, tidak melihat uji coba roket. Kami mendapatkan kembali para sandera. Dan belum ada lagi uji coba nuklir. Dan itu cukup baik," tambahnya.

Pekan lalu, Trump telah membatalkan rencana perjalanan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo ke Korea Utara, setelah menyimpulkan bahwa tidak ada cukup kemajuan dalam pembicaraan yang ditujukan untuk denuklirisasi Semenanjung Korea.

Lalu pada Rabu (29/8/2018), Trump menuduh China telah mengacaukan upaya AS dalam menekan Korea Utara untuk menyerahkan persenjataan nuklirnya.

"Korea Utara berada di bawah tekanan yang sangat besar dari China karena perselisihan dagang kami dengan pemerintahan Beijing," kata Trump dalam akun Twitter-nya.

"Pada saat yang sama, kami juga mengetahui bahwa China memberikan bantuan besar kepada Korea Utara, termasuk dari uang, bahan bakar, pupuk dan berbagai komoditas lainnya. Dan hal itu tidaklah membantu," tambah Trump.

Baca juga: Trump Tuduh Google Cuma Tampilkan Berita Negatif tentang Dirinya

Sikap yang ditunjukkan Trump sangat kontras dengan optimisme usai pertemuan dengan Kim di Singapura, di mana dia mengatakan di antara mereka telah terjalin sebuah ikatan dan menegaskan jika Kim akan berkomitmen dengan denuklirisasi.

Menanggapi hal itu, Trump mengatakan hubungan baiknya dengan Kim bukan berarti tidak akan berubah.

"Saya memiliki hubungan baik dengan Kim Jong Un dan saya tidak mengatakan bahwa itu tidak akan berubah. Itu bisa saja berubah. Segala situasi bisa berubah," ujarnya dalam wawancara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber SCMP


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.