Kompas.com - 01/09/2018, 11:31 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan telah memutuskan menghentikan pendanaan untuk badan PBB bagi pengungsi Palestina, UNRWA.

Pengumuman tersebut disampaikan Washington pada Jumat (31/8/2018), setelah menyatakan bahwa organisasi itu telah mengalami kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.

"Washington telah sejak lama menjadi pendonor terbesar untuk UNRWA, namun kini tidak lagi bersedia menanggung beban yang sangat tidak proporsional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert, dalam sebuah pernyataan.

"Tidak akan ada tambahan kontribusi setelah pembayaran sebesar 60 juta dolar (sekitar Rp 885 miliar) yang telah dilakukan pada bulan Januari."

Baca juga: Pangkas Dana Bantuan untuk Gaza, AS Disebut Memeras Palestina

"Amerika tidak akan melakukan pendanaan lebih lanjut untuk operasi cacat yang tidak bisa dipulihkan ini," tambah Nauert, dilansir AFP.

Kecaman pun muncul setelah pernyataan penghentian bantuan dana tersebut, mengingat peringatan akan dampak yang bakal dirasakan para pengungsi Palestina.

"Kami menolak dan mengecam keputusan Amerika ini secara keseluruhan. Kami mengharapkan negara-negara untuk ikut menolak keputusan ini dan memberikan semua dukungan yang dimungkinkan kepada UNRWA," kata kepala perundingan Palestina, Saeb Erekat.

Kecaman dan penolakan turut disampaikan Badan Pengungsi Palestina PBB, UNRWA, yang mengungkapkan kekecewaan atas pengumuman yang disampaikan AS.

"Kami menolak dengan tegas dan keras kritikan yang menyebut bahwa sekolah-sekolah, pusat kesehatan dan program bantuan darurat UNRWA telah cacat dan tidak bisa dipulihkan," kata juru bicara Badan Pengungsi Palestina PBB, Chris Gunness.

Sekretatis Jenderal PBB, Antonio Guterres turut mengajak kepada negara-negara untuk membantu mengisi kekurangan pendanaan yang dialami UNRWA dan menjamin agar bantuan penting bagi pengungsi Palestina dapat tetap berjalan.

Baca juga: Pemerintah Israel Sempat Minta AS Tak Pangkas Dana untuk UNRWA

UNRWA saat ini menjadi tumpuan bagi lima juta pengungsi yang terdaftar dan menyediakan sekolah bagi 526.000 anak-anak pengungsi Palestina di wilayah Palestina dan di kamp-kamp pengungsian di Lebanon, Suriah dan Yordania.

Namun dengan kekurangan dana dikhawatirkan UNRWA mungkin harus menutup seluruh 711 sekolah secara permanen yang dijalankannya setelah penutupan sementara baru-baru ini.

AS sebelumnya telah mengumumkan pemangkasan dana bantuan untuk UNRWA pada Januari lalu, serta memangkas bantuan untuk Jalur Gaza dan Tepi Barat pada pekan lalu sebesar 200 juta dolar (sekitar Rp 2,9 triliun).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.