Dituduh Memata-matai Kamboja, Sineas Asal Australia Dipenjara Enam Tahun

Kompas.com - 31/08/2018, 20:33 WIB
Ilustrasi pelaku kejahatan ditahan. THINKSTOCKIlustrasi pelaku kejahatan ditahan.

PHNOM PENH, KOMPAS.com - Seorang pembuat film asal Australia dijatuhi hukuman enam tahun penjara setelah dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan tindakan mata-mata di Kamboja.

Usai menggelar persidangan dalam enam hari, Hakim Seng Leang memutuskan bahwa James Ricketson (69) telah bersalah atas dua tuduhan tindakan spionase, Jumat (31/8/2018).

Ricketson dipenjara sejak penangkapannya pada Juni 2017 lalu setelah dia menerbangkan sebuah drone atau perangkat pesawat nirawak di atas aksi unjuk rasa yang digelar kelompok oposisi pemerintah dari Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP).

Partai oposisi tersebut dibubarkan pemerintah Kamboja beberapa bulan berselang usai aksi unjuk rasa.

Baca juga: Polisi Kamboja Gerebek Prostitusi Ilegal, 50 Warga China Ditangkap

Setelah pembubaran CNRP tersebut, Perdana Menteri Hun Sen melihatnya sebagai jalan untuk membersihkan jajaran di parlemen dalam pemilu nasional di bulan Juli.

"Kami telah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman enam tahun penjara atas tuduhan spionase dan mengumpulkan informasi yang dapat membahayakan pertahanan nasional," kata Hakim Seng Leang.

Jaksa menuduh Ricketson bekerja sebagai pembuat film di Kamboja selama bertahun-tahun sebagai kedok untuk tindakan mata-matanya.

"Tidak bisa dipercaya, negara mana yang saya mata-matai?" kata Ricketson menanggapi keputusan pengadilan dilansir AFP.

Pengacara Ricketson, Kong Sam Onn, mengatakan pihaknya berencana untuk mengajukan permohonan pengampunan dari Raja Kamboja.

Awal pekan ini, sebanyak 14 anggota parlemen oposisi dan aktivis yang dipenjara sebelum pemilihan, telah dibebaskan usai mengirimkan surat permintaan maaf kepada Perdana Menteri yang kemudian diteruskan ke raja.

Putra Ricketson, Jesse, mengaku tidak bisa berkomentar apakah surat permintaan maaf kepada Hun Sen akan membawa kebebasan bagi ayahnya.

Phil Robertson dari organisasi Human Rights Watch (HRW) turut mengecam keputusan pengadilan Kamboja yang menjatuhkan hukuman penjara kepada Ricketson dan menyebut ada sesuatu yang salah dalam sistem peradilan di negara itu.

Baca juga: Praktik Sewa Rahim Ilegal, 32 Perempuan Hamil di Kamboja Ditangkap

Ini bukan kali pertama Ricketson bermasalah dengan hukum di Kamboja. Pada 2014, dia dijatuhi hukuman dua tahun penjara yang ditangguhkan atas tuduhan mengancam sebuah gereja telah menjual anak-anak.

Dua tahun kemudian, dia didenda setelah pengadilan memutuskannya bersalah telah mencemarkan nama baik organisasi non-pemerintah anti-pedofil dan menuduhnya memanipulasi saksi.



Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X