Capres Brasil Ini Dukung Polisi Menembak Mati Penjahat

Kompas.com - 31/08/2018, 17:15 WIB
Kandidat presiden Brasil Jair Bolsonaro ketika berbicara dalam debat di Sao Paulo (9/8/2018). Brasil bakal memasuki Pemilu di 7 Oktober mendatang. AFP/NELSON ALMEIDAKandidat presiden Brasil Jair Bolsonaro ketika berbicara dalam debat di Sao Paulo (9/8/2018). Brasil bakal memasuki Pemilu di 7 Oktober mendatang.

BRASILIA, KOMPAS.com - Salah satu kandidat presiden Brasil, Jair Bolsonaro, melontarkan komentar kontroversial soal penegakan hukum.

Newsweek melansir Kamis (30/8/2018), Bolsonaro berkata polisi harus mendapat dukungan ketika menembak mati penjahat.

Dalam wawancara dengan televisi O Globo, Bolsonaro mengatakan seorang kriminal tidak bisa diperlakukan seperti warga pada umumnya.

Baca juga: AD Israel Selidiki Prajurit yang Tembak Mati 2 Remaja Palestina

"Jika seorang polisi membunuh 15-20 penjahat, seharusnya di diberikan medali, bukannya dituntut secara hukum," kata Deputi Federal Rio de Janeiro itu.

Alberto Almedia, seorang ilmuwan politik menjelaskan, politisi dari Partai Sosial Liberal (PSL) itu bisa dianggap ancaman bahwa dia bisa membunuh orang lain.

"Komentarnya seolah mengatakan kita bisa melawan kekerasan dengan kekerasan. Kebanyakan warga Brasil tak setuju dengan cara seperti itu," tutur Almedia.

Dia merujuk kepada fakta bahwa Negeri "Samba" merupakan salah satu yang mencatatkan angka pembunuhan tertinggi di dunia.

Pada 2017, tercatat 63.880 orang dibunuh. Jumlah itu mengalami peningkatan sebesar tiga persen dibanding tahun sebelumnya.

Bukan kali ini saja Bolsonaro melontarkan ucapan kontroversial. Juli, dia menyatakan Brasil tidak berutang apapun kepada warga kulit hitam pasca-sejarah perbudakan di sana.

"Jika Anda melihat sejarah, bukan bangsa Portugis tak datang ke Afrika. Kulit hitam sendiri yang menyerahkan diri pada perbudakan," kata dia saat itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Newsweek
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X