Kompas.com - 31/08/2018, 13:49 WIB
Sejumlah tank AD Darat Jepang sedang melakukan latihan menembak di lokasi latihan Higashi-Fuji, Gotemba di kaki Gunung Fuji, Prefektur Shizuoka pada Minggu (26/8/2018).
AFP/JIJI PRESSSejumlah tank AD Darat Jepang sedang melakukan latihan menembak di lokasi latihan Higashi-Fuji, Gotemba di kaki Gunung Fuji, Prefektur Shizuoka pada Minggu (26/8/2018).
|

TOKYO, KOMPAS.com - Kementerian Pertahanan Jepang, Jumat (31/8/2018), mengajukan anggaran terbesar sepanjang sejarah untuk membangun sistem pertahanan misil dan kekuatan udara di tengah ancaman Korea Utara dan China.

Kemenhan Jepang mengajukan permohonan anggaran sebesar 47 miliar dolar AS atau sekitar Rp 693 triliun untuk tahun fiskal mendatang yang dimulai pada April.

Jika pengajuan ini disetujui parlemen maka untuk tujuh tahun berturut-turut anggaran pertahanan Jepang selalu naik sekaligus bertambah 2,1 persen dibanding anggaran tahun lalu.

Baca juga: Helikopter Militer Jepang Jatuh di Perumahan, Dua Pilot Diduga Tewas

Di antara daftar belanja Kemenhan Jepang adalah dua set sistem pertahanan Aegis Ashore buatan AS yang akan digunakan sebagai pertahanan terhadap kemungkinan serangan misil Korea Utara.

Dua set sistem pertahanan canggih ini bisa dibeli dengan harga 234,4 miliar yen atau sekitar Rp 31 triliun.

Kemenhan juga mengincar enam unit jet tempur F-35 dan dua radar E-2D Hawkey serta pesawat-pesawat maritim yang akan menjadi bagian penguatan tim patroli udara termasuk penambahkan personel yang saat ini mencapai 830 orang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jepang masih amat khawatir dan belum percaya sepenuhnya dengan janji Korea Utara untuk menghentikan program pembangunan senjata balistik dan nuklirnya.

Dalam buku putih yang diterbitkan Selasa lalu, Kementerian Pertahanan Jepang menyebut Pyongyang tetap menjadi ancaman paling serius bagi negara itu.

Baca juga: Industri Militer Jepang Mulai Dilirik, Juga oleh Indonesia

Selain untuk menambah kekuatan pertahanan, pembelian peralatan pertahanan dari AS akan mengurangi friksi di sektor perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump mendorong Jepang untuk lebih banyak membeli produk AS.

Bukan hanya menawarkan produknya, Trump mengancam akan menerapkan kenaikan tarif bea masuk terhadap produk otomotif Jepang yang masuk ke AS demi memangkas ketimpangan nilai perdagangan dengan Tokyo.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X