Rusia Tolak Publikasi Laporan PBB soal Korut

Kompas.com - 31/08/2018, 11:42 WIB
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia memveto resolusi Amerika Serikat untuk penyelidikan penggunaan senjata kimia di Suriah, dalam rapat Dewan Keamanan PBB, di New York, AS, Selasa (10/4/2018). (AFP/Hector Retamal) Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia memveto resolusi Amerika Serikat untuk penyelidikan penggunaan senjata kimia di Suriah, dalam rapat Dewan Keamanan PBB, di New York, AS, Selasa (10/4/2018). (AFP/Hector Retamal)

NEW YORK, KOMPAS.com - Rusia menyatakan menolak laporan PBB tentang perlunya implementasi sanksi terhadap Korea Utara ( Korut).

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan, mereka tak setuju dengan sejumlah temuan yang dipaparkan di dokumen itu.

Dilansir Russian Today Kamis (30/8/2018), dalam penyelidikan selama enam bulan, tim peninjau berkesimpulan Korut tidak saja terus melanjutkan program senjata nuklirnya.

Baca juga: PBB: Tak Ada Indikasi Penghentian Kegiatan Nuklir Korea Utara

Negara pimpinan Kim Jong Un tersebut juga memasok senjata ke sejumlah negara yang ada di Timur Tengah dan Afrika.

Salah satu kelompok yang diduga memperoleh senjata dari Pyongyang adalah Houthi yang diperangi koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman.

Kemudian AFP memberitakan dalam laporan setebal 62 halaman itu, Korut juga dianggap melakukan sejumlah pelanggaran sanksi Dewan Ekonomi.

Antara lain Korut masih melakukan ekspor batu bara, biji besi, olahan laut, dan produk lain yang bisa memberikan pendapatan hingga jutaan dolar AS.

"Diskusi berlangsung bagus. Kami memutuskan menolak laporan Komite 1718 karena kami tidak sepakat di pembahasan bisnis," terang Nebenzia.

Menurut penuturan sumber diplomatik, Rusia mempermasalahkan tudingan bahwa Korut telah melewati batasan impor minyak di 2018.

Selain itu, Nebenzia mengungkapkan dia keberatan dengan fakta bahwa laporan tersebut sudah bocor di internet sebelum diumumkan secara resmi.

Dubes asal Volgograd itu menyatakan telah meminta kepada pimpinan Dewan Keamanan untuk mengusut siapa pelaku yang telah membocorkan laporan tersebut.

Dia mengklaim upaya untuk mendesak pimpinan DK menggelar investigasi terganjal adanya anggota yang menentang permintaannya.

"Bocornya sebuah laporan merupakan hal yang tidak bisa diterima dan melanggar prinsip kerja dari komite ini," tegas Nebenzia.

Baca juga: Korut Diduga Tidak Lanjutkan Perlucutan Fasilitas Uji Coba Misil

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Kasus Virus Corona Per 23 Februari 2020, 2.400 Orang Meninggal, 76.000 Terinfeksi

Internasional
Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Dalam 24 Jam, Italia Umumkan 2 Korban Meninggal dan 79 Kasus Infeksi Virus Corona

Internasional
Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Mahathir Bakal Putuskan Sendiri Kapan Dia Akan Mundur

Internasional
Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Anak Monyet Ini Berusaha Bangunkan Sang Induk yang Mati Tersetrum

Internasional
Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Pernyataan Muhadjir Effendy Ini Jadi Sorotan Media Internasional Karena Dianggap Menghebohkan

Internasional
Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Menikah Massal di Tengah Virus Corona, Pasangan Ini Berciuman Pakai Masker

Internasional
Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Virus Corona, Siapa Penyebar Pertama dan Mengapa Dia Penting untuk Ditemukan

Internasional
Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Takut Tertular Virus Corona, Demonstran di Ukraina Lempari Bus yang Bawa Warga dari China

Internasional
Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Rusia Jalin Koordinasi dengan China Tangani Kasus Virus Corona

Internasional
Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Kisah Korban Selamat Virus Corona (2): Ingin Berterima Kasih Dapat Hidup Kedua

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X