Kompas.com - 30/08/2018, 22:28 WIB

JENEWA, KOMPAS.com - Utusan perdamaian PBB untuk Suriah menawarkan diri untuk melakukan perjalanan ke Idlib dan membantu memastikan evakuasi warga sipil keluar dari kota itu melalui koridor kemanusiaan.

Tawaran tersebut menyusul kekhawatiran akan adanya serangan pasukan pemerintah rezim Bashar al-Assad yang ingin merebut kembali wilayah Idlib dari kendali pemberontak.

"Saya tengah mempersiapkan.. secara personal maupun fisik untuk melibatkan diri.. memastikan koridor sementara yang layak dan menjamin bagi orang-orang sehingga mereka dapat kembali ke tempat mereka setelah semua (serangan) ini selesai," kata utusan perdamaian PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura kepada wartawan di Jenewa, Kamis (30/8/2018).

Baca juga: AS: Suriah Kirim Helikopter Tempur ke Markas Pemberontak di Idlib

Kekhawatiran akan dilakukannya serangan oleh pemerintah Suriah dengan didukun sekutunya Rusia, menyusul langkah mobilisasi kekuatan militer untuk merebut kembali Idlib, provinsi terakhir yang masih dikuasai kelompok pemberontak.

Wilayah Idlib berbatasan dengan Turki dan menjadi rumah bagi hampir tiga juta warga Suriah. Hampir setengah di antaranya merupakan anggota pemberontak.

Sementara warga sipil akan dipindahkan secara massal ke wilayah lain yang telah dikuasai pasukan pro pemerintah Suriah dalam serangkaian serangan yang intens.

Rencana operasi militer ke wilayah Idlib akan menimbulkan mimpi buruk untuk kemanusiaan di Suriah.

Baca juga: Pemberontak Suriah Kirim Racun Saraf ke Idlib Bersama White Helmets

Hal tersebut lantaran sudah tidak ada wilayah lain di Suriah yang masih dikuasai kelompok pemberontak, sehingga dikhawatirkan tidak ada lagi tempat yang bisa dituju bagi anggota gerilyawan yang akan dievakuasi.

Staffan menekankan perlunya memastikan bahwa warga sipil yang dievakuasi dapat ditempatkan ke wilayah yang kini dikuasai pemerintah dan menjamin hak-hak mereka tetap dihormati.

"Terus terang ini akan menjadi ironi yang tragis saat perebutan wilayah ini menuju akhir," kata Staffan de Mistura dilansir AFP.

Sebelumnya pada Rabu (29/8/2018), Sekjen PBB, Antonio Guterres memperingatkan bahwa operasi militer skala besar akan dijalankan pemerintah Suriah ke Provinsi Idlib yang dapat menyebabkan bencana kemanusiaan dan memperingatkan potensi penggunaan senjata kimia.

Baca juga: Rusia Berharap Negara Barat Tak Halangi Operasi Anti-teror di Idlib

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.