Malaysia dan Singapura Berebut Hak Pemilik Budaya "Makanan Jalanan"

Kompas.com - 30/08/2018, 21:09 WIB
Dalam foto ini menunjukkan penjual makanan jalanan di Singapura Chan Hon Meng sedang menyiapkan pesanan pelanggannya. AFP/ROSLAN RAHMANDalam foto ini menunjukkan penjual makanan jalanan di Singapura Chan Hon Meng sedang menyiapkan pesanan pelanggannya.
|

SINGAPURA, KOMPAS.com - Upaya Singapura untuk mendapatkan pengakuan PBB atas budaya makanan jalanannya memicu kemarahan dari negeri tetangganya, Malaysia.

Negeri kota itu memang memiliki banyak warung makanan di pinggir jalan yang oleh warga setempat dijuluki "hawkers".

Kedai-kedai tepian jalan ini menyediakan berbagai jenis makanan seperti daging ayam, berbagai olahan nasi, mie, dan daging dengan harga yang relatif murah.

Sejumlah pedagang kaki lima bahkan pernah mendapatkan penghargaan Michelin, yang biasanya hanya diberikan kepada restoran-restoran ternama.

Baca juga: Makanan Jalanan adalah Leluhurmu

Pekan lalu, PM Singapura Lee Hsien Loong mengumumkan negeri itu akan mendaftarkan budaya kuliner pinggir jalan ini sebagai warisan budaya UNESCO.

PM Lee menggambarkan pusat-pusat jajanan kuliner ini sebagai "ruang makan bersama" yang menjadi bagian dari identitas Singapura.

Namun, langkah ini memicu kegeraman di Malaysia, yang mengklaim budaya kuliner jalanan, yang dalam banyak hal sama dengan Singapura, jauh lebih lengkap dibanding yang ada di negeri kecil itu.

Salah seorang koki selebriti Malaysia Redzuawan Ismail atau Chef Wan mengatakan, upaya Singapura ini tidak masuk akal.

"Jika Anda berbicara soal makanan jalanan, bukan hanya Singapura yang memiliki budaya ini. Mengapa Anda menginginkan paten UNESCO? Apa istimewanya?" tambah Chef Wan.

Juru masak ternama lainnya, Ismail Ahmad bersikukuh, Malaysia adalah "surga" makanan jalanan dan seharuanya Malaysialah yang mendapat pengakuan PBB.

"Bahkan warga Singapura datang ke Malaysia untuk menikmati makanan jalanan kami," ujar Ismail.

Namun, kegeraman warga Malaysia tak digubris Singapura yang menegaskan langkah ini lebih dari sekadar masalah makanan.

"Ini tentang warisan budaya makanan jalanan yang mengikat masyarakat dan didukung pemerintah serta industri. Semua ini tentang komunitas," ujar kritikus makanan KF Seetoh.

Baca juga: Apa Kata Pakar Kuliner Vietnam-Australia Luke Nguyen soal Makanan Jalanan Jakarta?

Kedua negara memiliki hubungan kurang mesra sejak Singapura memerdekakan diri dari Malaysia pada 1965 dan masalah makanan jalanan ini semakin memanaskan situasi.

Singapura berencana mendaftarkan diri ke UNESCO pada Maret tahun depan dan hasilnya diharapkan sudah bisa diketahui pada 2020.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SCMP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Seorang Warga China Diduga Terinfeksi Virus Corona di Sorong

Internasional
Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Tangkal Virus Corona, 1.230 Dokter dan Perawat dari Seluruh China Dikerahkan

Internasional
'Rencana Perdamaian' Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

"Rencana Perdamaian" Trump Bocor, Warga Palestina Bentrok dengan Polisi Israel

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X