Kompas.com - 30/08/2018, 17:11 WIB
Elor Azaria duduk dikelilingi keluarganya saat menunggu sidang pembacaan putusan yang digelar pada Rabu (4/1/2017). HEIDI LEVINE / POOL / AFP Elor Azaria duduk dikelilingi keluarganya saat menunggu sidang pembacaan putusan yang digelar pada Rabu (4/1/2017).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Mantan anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang menembak mati pria Palestina memberikan wawancara pasca-keluar dari penjara.

Elor Azaria dihukum 14 bulan setelah dengan sengaja menembak mati Abdel Fattah al-Sharif di Hebron, Tepi Barat, pada 24 Maret 2016.

Saat itu, Sharif terbaring terluka karena berusaha menusuk tentara Israel lainnya. Pria Palestina lain, Ramzi Aziz al-Tamimi, tewas ditembak dalam insiden yang sama.

Baca juga: Prajurit Israel yang Tembak Mati Pemuda Israel Dipenjara 18 Bulan

Azaria, yang saat itu berusia 19 tahun, menembak Sharif tepat di kepala. Aksinya menuai komentar pro dan kontra.

Komentar pro menyebut Azaria tak pantas dihukum. Sementara komentar lainnya menyatakan dia sudah melanggar hukum kontak senjata.

Dia dibebaskan Mei lalu setelah mendekam sembilan bulan di penjara. Adapun hukumannya sudah mengalami pengurangan setelah sempat divonis 18 bulan penjara.

Kepada harian Israel Hayom dikutip The Independent Rabu (29/8/2018), Azaria mengaku tak menyesal telah menembak mati Sharif.

"Jika waktu bisa diputar kembali, saya bakal melakukan hal yang sama. Karena saya merasa, tindakan saya sudah benar," kata Azaria.

"Saya merasa damai dengan apa yang saya lakukan karena saya telah mengikuti kata hati," tutur tentara yang kini berumur 22 tahun itu.

Dia mengaku terkejut ketika penyidik yang menghadapinya berkata bahwa dia bakal dituntut atas tuduhan pembunuhan warga Palestina.

"Saya terkejut dan balik bertanya 'pembunuhan apa? Apa yang salah dengan Anda? Dia teroris'," kenang Azaria.

Menurutnya ketika terbaring terluka, terdapat pisau yang berada di dekat Sharif. Selain itu, dia juga memakai jaket tebal.

Azaria menjelaskan, Sharif diyakini masih memberikan ancaman. Atau yang terburuk, membawa bahan yang bisa meledak.

Namun, dalam video lain yang beredar, setelah ditembak mati, ada pisau yang ditendang oleh anggota IDF ke arah jenazah Sharif.

Dia menuding militer sengaja mengambinghitamkan dirinya sehingga rakyat Palestina tidak akan menggelar aksi protes.

"Jika saja saya mendapat persidangan yang adil, maka saya bakal sepenuhnya dibebaskan sehingga mereka yang berpikiran negatif tentang saya bakal terdiam," tutur Azaria.

Lebih lanjut Azaria menuturkan, meski dia divonis bersalah, dia masih bisa mengabdi di korps cadangan setelah bebas.

Baca juga: Pengadilan Israel Putuskan Prajurit Penembak Pria Palestina Bersalah



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X