Bila Tetap Beli S-400 dari Rusia, India Terancam Sanksi AS

Kompas.com - 30/08/2018, 16:54 WIB
Pentagon. ThinkstockPentagon.
|

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Seorang pejabat tinggi Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon memperingatkan India setelah negara itu berencana membeli persenjataan dari Rusia.

Washington mewaspadai kemungkinan India, yang mulai menjadi sekutu penting AS dan pengimpor peralatan perang terbesar di dunia, membeli sistem persenjataan Rusia termasuk misil darat ke udara S-400.

Di bawah kebijakan pemerintah AS terhadap Rusia saat ini, negara ketiga yang melakukan transaksi dengan sektor pertahanan atau intelijen Rusia bisa terkena sanksi.

Baca juga: AS Menentang Rencana Turki Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Namun, setelah Menteri Pertahanan James Mattis melakukan lobi, Kongres menjamin kepada presiden dan menlu bahwa terdapat opsi untuk mengabaikan sanksi.

Opsi itu bisa diambil misalnya saat sebuah negara sekutu berada di masa transisi dari penggunaan persenjataan Rusia ke produk Barat.

Asisten Menhan urusan Keamanan Asia dan Pasifik Randall Schriver mengatakan, kebijakan baru ini menciptakan impresi Washington akan memberi kelonggaran bagi India.

"Saya katakan langkah itu sedikit menyesatkan," kata Schriver saat berbicara di Carnegie Endowment For International Peace di Washington.

"Kami memiliki keprihatinan besar jika India berencana membeli sistem persenjataan Rusia. Saya tidak bisa hanya duduk dan mengatakan mereka tidak akan dikenai sanksi," tambah Schriver.

Shriver menambahkan, prospek India membeli sistem persenjataan S-400 amat mengganggu karena sejumlah alasan.

"Pilihan terbaik adalah India mencari alternatif lain dan melihat apakah kami (AS) bisa menjadi rekanan bagi India untuk menyediakan kebutuhan pertahanannya," kata Schriver.

Baca juga: Tak Gubris AS, India Tetap Membeli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Dalam beberapa tahun terakhir, AS mencoba menjalin hubungan diplomatik dan militer yang lebih erat dengan India sebagai kunci untuk menghambat ambisi regional China.

Selama ini India sudah mulai banyak menggunakan persenjataan dari AS dan Perancis, tetapi masih amat bergantung pada Rusia khususnya pasokan perangkat keras dan pemeliharaan persenjataannya.




Sumber SCMP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X