Perancis Larang Pembasmian Lebah Penyerbuk Pakai Pestisida

Kompas.com - 30/08/2018, 11:21 WIB
lebah/hokkaido univ lebah/hokkaido univlebah/hokkaido univ

PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah Perancis melarang penggunaan pestisida untuk membasmi lebah penyerbuk tanaman mulai Sabtu (1/9/2018).

Melansir AFP, larangan tersebut berlaku bagi lima pestisida golongan neonicotinoid sehingga menempatkan Perancis sebagai negara yang berada di garis depan untuk melawan penyalahgunaan bahan kimia.

Langkah tersebut dipuji sekaligus dikritik oleh sejumlah pihak. Peternak biji-bijian dan aktivis lingkungan menyampaikan pujian terhadap kebijakan tersebut.

Baca juga: Kawanan Lebah Menyerbu Times Square

Di sisi lain, petani gandum dan gula mengklaim tidak ada alternatif lain yang efektif untuk melindungi tanaman mereka dari serangga.

Kini, Perancis telah melangkah lebih jauh dari Uni Eropa, yang sudah melarang penggunaan tiga neonicotinoid yaitu clothianidin, imidacloprid, dan thiamethoxam.

Selain tiga jenis pestisida itu, Perancis menambahkan thiacloprid dan acetamiprid dalam daftar pestisida yang tidak diperbolehkan.

Sejumlah petani menyesali keputusan pemerintah yang melarang penggunaan pestisida. Menurut mereka, tidak ada cukup bukti yang menyatakan neonicotinoid menyebabkan penurunan jumlah populasi lebah.

"Sejumlah besar (produsen pertanian) menemukan jalan buntu yang dramatis," begitu seruan beberapa petani.

Sebagian menganggap langkah tersebut tidak cukup membantu.

"Kita seharusnya tidak membatasi diri pada jenis keluarga pestisida tersebut," kata Francois Veillerette dari kelompok lingkungan Generations Futures.

Baca juga: Disengat Kawanan Lebah Lebih dari 200 Kali, Wanita Ini Kritis

"Banyak jenis pestisida lain yang juga perlu dilarang," imbuhnya.

Seperti diketahui, PBB telah memperingatkan bahwa hampir setengah serangga penyerbuk, terutama lebah dan kupu-kupu, beresiko mengalami kepunahan secara global.

Dalam studi pada 2016, sekitar 1,4 miliar pekerjaan di dunia dan tiga perempat dari semua tanaman bergantung pada serangga penyerbuk, terutama lebah, yang dianggap menyediakan pemupukan tanaman gratis senilai miliaran dolar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X