Afghanistan: Tidak Akan Ada Tentara China di Tanah Kami

Kompas.com - 29/08/2018, 22:03 WIB
Pasukan militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China saat menjalani latihan militer gabungan dengan angkatan bersenjata Kamboja, Maret 2018. SCMP / WEIBOPasukan militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China saat menjalani latihan militer gabungan dengan angkatan bersenjata Kamboja, Maret 2018.

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah Afghanistan membantah kabar bahwa China berencana menempatkan pasukan di sana.

Melalui Kedutaan Besar Afghanistan di Beijing dilansir SCMP Rabu (29/8/2018), Kabul menyatakan China hanya membantu pembentukan brigade gunung di kawasan utara.

Baca juga: China Berencana Buka Kamp Pelatihan Militer di Afghanistan

Pembentukan brigade itu bertujuan menangkal terorisme. "Tidak akan ada tentara China di tanah kami sedikit pun," tutur Kedubes Afghanistan.

Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani, kata kedubes, mengapresiasi bantuan yang diberikan China, dan menambahkan kerja sama militer dua negara semakin erat.

Sebelumnya, Negeri "Panda" dilaporkan bakal mendanai dan mendirikan kamp pelatihan militer bagi pasukan Afghanistan di Koridor Wakhan.

Koridor itu merupakan celah sempit bermedan berat dan sulit diakses sepanjang 350 km yang menghubungkan Provinsi Badakhshan menuju Xinjiang.

Saat kamp pelatihan itu sudah selesai dibangun, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) akan mengirim ratusan atau setidaknya satu batalion tentaranya ke Koridor Wakhan.

Ini merupakan kali pertama dalam sejarah, China akan memiliki pasukan di Afghanistan yang dikenal sebagai "Kuburan Kekaisaran" karena sulit diperintah dan ditaklukkan.

Negeri Asia Tengah yang masih diamuk perang ini menjadi penting bagi keamanan dalam negeri China selain masuk dalam rencana Jalan Sutra baru yang dicetuskan Presiden Xi Jinping.

Tahun lalu, China membuka basis militer luar negerinya yang pertama di Djibouti dan dikenal sebagai Tanduk Afrika.

Fasilitas ini disebut Beijing sebagai pos logistik militer untuk memasok kebutuhan kapal-kapal China yang bertugas dalam misi kemanusiaan di Samudera Hindia.

Baca juga: Djibouti Dijadikan Pangkalan Militer Pertama China di Luar Negeri



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X