Pemimpin Tertinggi Iran: Kami Siap Tinggalkan Kesepakatan Nuklir

Kompas.com - 29/08/2018, 20:37 WIB
Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei. AFPPemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

TEHERAN, KOMPAS.com - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kembali menegaskan kesiapan negaranya untuk meninggalkan kesepakatan nuklir dengan negara-negara besar dunia.

Ditambahkannya, Teheran tidak akan ragu memutuskan hal tersebut apabila kesepakatan itu tidak lagi sesuai dengan kepentingannya, bahkan saat pemerintah mendapat tekanan ekonomi dan politik.

"Tentu saja. Jika kesimpulan yang dicapai adalah bahwa kesepakatan (nuklir) tidak lagi mempertahankan kepentingan nasional kami, maka kami akan mengesampingkannya," kata Khamenei dalam pertemuan dengan kabinet.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran: Tidak Ada Perang atau Negosiasi dengan AS

Dirilis situs resmi Khamenei, Iran tidak boleh menyematkan harapan kepada Eropa, meskipun negara-negara itu telah berupaya mempertahankan kesepakatan nuklir tersebut usai ditinggalkan oleh AS.

Pemerintahan Iran belum lama ini kembali terpukul dengan diberlakukannya sanksi AS yang memicu perginya perusahaan-perusahaan asing dan menurunnya harapan menarik investasi berskala besar.

Presiden Hassan Rouhani juga masih harus menghadapi tekanan dari lawan-lawan politiknya, dengan parlemen mengumumkan bahwa dua lagi pejabat menteri dalam pemerintahannya bisa diberhentikan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, menteri tenaga kerja dan ekonomi telah dipecat oleh parlemen pada bulan ini.

Mosi tidak percaya juga telah diterima untuk pemungutan suara menyangsikan menteri industri dan pendidikan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang.

Khamenei menegaskan situasi kekacauan politik yang tengah terjadi sebagai tanda kekuatan demokrasi Iran.

"Pertanyaan keras terhadap Rouhani dalam parlemen pada Selasa lalu menjadi pertunjukan yang gemilang tentang kekuatan republik Islam dan kepercayaan diri para pejabat," ungkap Khamenei dilansir AFP.

Dia menambahkan, perbedaan di antara pejabat merupakan hal yang wajar, namun tetap harus dilakukan di luar jangkauan media demi mencegah kekhawatiran rakyat.

Pemecatan menteri kabinet Rouhani pada Selasa lalu menjadi yang pertama dalam lima tahun masa kepemimpinan presiden.

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Peningkatan Kapasitas Pengayaan Uranium



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X