100 Hari Pakatan Harapan Memimpin Malaysia Baru

Kompas.com - 29/08/2018, 19:33 WIB
Suasana di dalam kereta di Malaysia. 
Ketika 100 hari pemerintahan baru Pakatan Harapan berakhir pada tanggal 17 Agustus, Pusat Merdeka Penelitian Opini menemukan bahwa 67% warga Malaysia puas dengan pemerintah baru.
Dari menangani korupsi yang mendalam sampai menghapuskan 6 persen Pajak Barang dan Jasa (GST), Pakatan Harapan telah berjanji untuk memperbaiki lembaga-lembaga negara yang sedang sakit - dari Parlemen (digambarkan) ke pengadilannya - dan mengatasi kesengsaraan ekonomi rakyat. Joe Kit Yong for CeritalahSuasana di dalam kereta di Malaysia. Ketika 100 hari pemerintahan baru Pakatan Harapan berakhir pada tanggal 17 Agustus, Pusat Merdeka Penelitian Opini menemukan bahwa 67% warga Malaysia puas dengan pemerintah baru. Dari menangani korupsi yang mendalam sampai menghapuskan 6 persen Pajak Barang dan Jasa (GST), Pakatan Harapan telah berjanji untuk memperbaiki lembaga-lembaga negara yang sedang sakit - dari Parlemen (digambarkan) ke pengadilannya - dan mengatasi kesengsaraan ekonomi rakyat.

“Pemerintah masih baru, kita harus memberi waktu kepada Pakatan untuk melaksanakan tugasnya kepada rakyat,” terang Pak Long (bukan nama sebenarnya), seorang petani karet.

Memang, tak sedikit warga Malaysia yang telah merasakan manfaat luas dari prakarsa 100 hari pemerintahan baru.

“Dengan MYR 100 (Rp 356.000) yang diberi pemerintah dua kali sebulan, saya bisa membeli lebih banyak barang di Giant tanpa GST sekarang, seperti Maggi dan Milo. Sebelum itu, saya hanya bisa membeli 3 atau 4 barang utama,” kenang Mala.

Baca juga: Mahathir: Malaysia Bisa Belajar Banyak dari China

Banyak yang lainnya juga menuai keuntungan dari dihapuskannya GST, seperti saat Juli lalu terjadi peningkatan pembelian kendaraan bermotor sebesar 41 persen atau naik hampir 20.000 unit dari tahun lalu.

Meski begitu, Abang Man, seorang petani padi generasi ketiga dari Sekinchan, belum merasakan dampak positif dari GST 0 persen yang dirasakan banyak warga Malaysia--padahal pemerintah mengklaim penghapusan GST akan menurunkan harga, sedikitnya 299 produk makanan.

“Harga tetap sama, saya belum melihat perubahan apa pun sejauh ini,” tutur Abang Man. “Misalnya saja,” kata dia lebih lanjut, “harga pupuk masih MYR 120 (Rp 428.000) per kantong dan biji-bijian MYR 50 (Rp 178.000) per kantong, padahal saya membutuhkannya 10 kantong setiap musim,” katanya.

Mala juga memiliki kekhawatiran tentang Pajak Penjualan dan Jasa (SST) yang akan berlaku mulai September ini. "Itu akan sama saja seperti GST," katanya.

Pak Long juga bercerita belum melihat adanya perubahan pada biaya barang perdagangan, seperti harga karet yang masih sekitar MYR 1,80 (Rp 6.418) per kilogram – meski masih ada keuntungan. “Saya mendapat 30 kilogram lateks sehari, sekarang musim kemarau sudah lewat,” katanya.

Meski demikian, perkembangan politik ternyata telah membuat masyarakat Kedah lebih bergairah. “Sungguh baik pemerintah mengambil tindakan,” kata seorang warga, merujuk kepada mantan Perdana Menteri Najib Razak yang tengah menghadapi tujuh dakwaan termasuk korupsi dan pencucian uang terkait skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Tampaknya bagi rakyat, melihat pemerintah Dr Mahathir untuk menepati janji-janjinya, seperti sebuah permainan menunggu untuk saat ini.

Bagaimana pun, 100 hari hanyalah sebuah penanda. Ini masih terlalu dini.

Setelah 61 tahun dengan pemerintah yang sama sejak kemerdekaan, orang-orang Malaysia perlu mempertahankan sebagian kesabaran mereka dan memberikan kesempatan kepada Malaysia Baru ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

Internasional
Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X