100 Hari Pakatan Harapan Memimpin Malaysia Baru

Kompas.com - 29/08/2018, 19:33 WIB
Ketika 100 hari pemerintahan baru Pakatan Harapan berakhir pada tanggal 17 Agustus, Pusat Merdeka Penelitian Opini menemukan bahwa 67 persen warga Malaysia puas dengan pemerintah baru. Joe Kit Yong for CeritalahKetika 100 hari pemerintahan baru Pakatan Harapan berakhir pada tanggal 17 Agustus, Pusat Merdeka Penelitian Opini menemukan bahwa 67 persen warga Malaysia puas dengan pemerintah baru.

SELAMA Pemilihan Umum ke-14 Malaysia, tim Ceritalah melakukan perjalanan keliling negeri untuk berbincang dengan para pekerja, mencari tahu apa yang warga biasa Malaysia ini lalui dan rasakan di bawah pemerintahan Barisan Nasional (BN) sebelumnya.

Ketika pemerintahan baru di bawah Koalisi Pakatan Harapan (PH) genap 100 hari pada 17 Agustus lalu, tim Ceritalah kembali ngobrol dengan beberapa orang yang dulu pernah ditemui, juga untuk mengetahui apa yang mereka rasakan sekarang.

“Sekarang?” tanya Mala di ujung telepon dengan nafasnya yang kelelahan dan frustasi, saat dihubungi tim Ceritalah untuk menanyakan soal “Malaysia Baru”. Mala yang berusia 48 tahun ini adalah salah satu penghuni Proyek Perumahan Rakyat (PPR) Kota Damansara.

Mendengar nada suaranya, jelas dirinya sedang memiliki urusan yang mendesak.

“Toko saya, mobil saya, semuanya hilang! Saya belum memperbaiki mobil saya, tidak ada uang! Saya juga belum membayar sewa dua bulan," katanya.

Baca juga: PM Malaysia Ingin Terapkan Pajak Soda untuk Dorong Gaya Hidup Sehat

Sejak pemerintah baru Malaysia di bawah Pakatan Harapan resmi dilantik lebih dari 100 hari yang lalu, tampaknya kondisi ekonomi warga Malaysia seperti Mala, belum berubah sama sekali.

Sebagai bagian dari janji kampanye, koalisi Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad menjanjikan para pemilih akan mendapatkan 10 bentuk reformasi di 100 hari pertamanya.

Dari janji mengatasi korupsi sampai ke akarnya, menghapus 6 persen Pajak Barang dan Jasa (GST) hingga mensubsidi bahan bakar, koalisi oposisi ini juga bersumpah untuk memperbaiki lembaga-lembaga negara yang dinilai tidak sehat, dan akan mengatasi kesengsaraan ekonomi rakyat.

Namun sejauh ini, yang terealisasi baru dua hal, yakni pencabutan GST dan tetapnya harga bahan bakar.

Meski demikian, menurut survei nasional baru-baru ini yang dilakukan oleh lembaga survei Merdeka Center for Opinion Research, 67 persen warga Malaysia menyetujui pemerintah baru.

Meski terdapat delapan janji yang belum dipenuhi seperti pemberian layanan kesehatan MYR 500 (Rp 1,78 juta) untuk 40 persen warga Malaysia-- para individu kelas pekerja bawah--serta pemotongan sebagian utang para pemukim Felda, namun sebanyak 56 persen responden puas dengan kerja kabinet sesuai yang dijanjikan saat pemilu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Israel dan Palestina, Apa Respons Dunia?

Internasional
Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Tangkal Virus Corona, Singapura Terbitkan Kebijakan Baru

Internasional
50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

50 Tentara AS Terluka akibat Serangan Rudal Iran

Internasional
Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Trump Umumkan Rencana Perdamaian Palestina dan Israel, Apa Isinya?

Internasional
China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

China Umumkan Kasus Kematian Baru, Korban Meninggal Virus Corona Capai 132 Orang

Internasional
AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

AS Umumkan Kembangkan Vaksin untuk Lawan Wabah Virus Corona

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Asal Virus Corona Terungkap | 16 Negara Umumkan Kasus Positif Virus Corona

Internasional
Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Wabah Virus Corona: Jerman Umumkan Penularan Antar-manusia Pertama

Internasional
Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Quraish Shihab Terima Penghargaan Bintang Tanda Kehormatan dari Mesir

Internasional
'Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas'

"Teman Saya Batuk, Orang-orang Melirik dan Menghindar Mas"

Internasional
Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Pria Jepang yang Tak Pernah ke China Terkena Virus Corona

Internasional
Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Asal Wabah Virus Corona yang Mematikan Terungkap

Internasional
China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

China Akui Kekurangan Alat-alat Medis untuk Perangi Virus Corona

Internasional
Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X