Jelang Latihan Perang Terbesar, Putin Pecat 15 Jenderal

Kompas.com - 29/08/2018, 17:57 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin menjabat tangan para veteran dan personel militer dalam parade Victory Day di Lapangan Merah, Moskwa, Rabu (9/5/2018). AFP/ALEXEI DRUZHININPresiden Rusia Vladimir Putin menjabat tangan para veteran dan personel militer dalam parade Victory Day di Lapangan Merah, Moskwa, Rabu (9/5/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan memecat para jenderalnya jelang perhelatan latihan perang terbesar.

Dilaporkan Newsweek Selasa (28/8/2018), presiden berusia 65 tahun tersebut dilaporkan telah memecat 15 orang jenderal.

Di antaranya terdapat Wakil Menteri Keadaan Darurat Vladlen Aksenov, dan Kepala Dinas Penjara Federal di Region Omsk, Sergey Koryuchin.

Baca juga: Presiden Vladimir Putin Pecat 11 Orang Jenderal

Beberapa dari jenderal itu dipecat karena tersandung kasus korupsi. Antara lain Mikhail Begun, Menteri Keadaan Darurat Region Tomsk yang dituduh menerima suap.

Pakar Rusia Yuval Weber berujar, banyakna jenderal yang dicopot bukanlah hal baru. April lalu, 11 jenderal dilaporkan dilengserkan.

Weber menuturkan, alasan para jenderala bervariasi. Namun, kebanyakan berasal dari satu hal; kehilangan gairah memperjuangkan birokrasi.

Weber menjelaskan, tidak sepenuhnya pemimpin militer bersih. Namun, Rusia tidak ingin ada jenderal yang terlalu terikat dengan posisinya.

"Terlalu lama berada di posisi itu membuat sang jenderal terlalu berkuasa, terlalu bermain politik dan melakukan korupsi," tutur dia.

Militer di Rusia dilaporkan mempunyai pengaruh politik yang besar jika menilik laporan terbaru yang dikeluarkan Transparency International Russia.

20 persen anggota Duma, badan legislatif Rusia, bertindak sebagai pelobi bagi kalangan militer dan aparat berwajib lainnya.

Beberapa anggota Duma dikabarkan mempunyai koneksi kuat dengan dinas intelijen maupun kementerian dalam negeri.

Pakar Rusia lain, Ariel Cohen, menyatakan korupsi yang terjadi di Negeri "Beruang Merah" melampaui pandangan peninjau dari negara lain.

"Negara yang sangat besar dan berkuasa, saya rasa itulah akar penyebab korupsinya. Mencopot jenderal seperti menata kursi di Titanic," kata Cohen.

"Jika melihat pemerintahan Putin, dia selalu sering 'memotong rumput' secara teratur," ujar peneliti think tank Atlantic Council.

Baca juga: Bulan Depan, Rusia Gelar Latihan Perang Bersama China dan Mongolia

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sergey Shoigu mengatakan Rusia bakal melaksanakan latihan perang bertajuk Vostok-2018.

Latihan yang berlangsung pada 11-15 September itu bakal menjadi yang terbesar sejak Zapad-1981 yang digelar di era Uni Soviet.

Dalam latihan tersebut, Negeri "Beruang Merah" bakal mengerahkan 300.000 pasukan, 1.000 pesawat tempur, 900 tank, serta Armada Pasifik dan Utara.

Mereka juga mengajak China yang dilaporkan bakal menerjunkan 3.200 personel, 900 persenjataan, serta 30 unit pesawat tempur dan helikopter.

Baca juga: NATO Bakal Awasi Latihan Perang Gabungan Rusia dan China

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X