Jepang dan Korea Utara Diam-diam Sudah Bertemu di Vietnam

Kompas.com - 29/08/2018, 15:05 WIB
Shinzo Abe AFPShinzo Abe

WASHINGTON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe diketahui terus berupaya untuk dapat bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang tak kunjung terwujud hingga saat ini.

Namun ternyata, perwakilan Jepang dan Korea Utara telah bertemu secara diam-diam pada Juli lalu di Vietnam, tanpa memberitahu Amerika Serikat.

Diberitakan The Washington Post, Selasa (28/8/2018), pertemuan tersebut terjadi antara Kepala Kantor Penelitian dan Intelijen Kabinet Jepang, Shigeru Kitamura dengan pejabat senior Korea Utara untuk urusan reunifikasi, Kim  Song-hye.

Pertemuan antarpejabat kedua negara itu pun disesalkan pemerintah AS karena menganggap Jepang telah bersikap tidak berterus terang.

Baca juga: Korea Utara Bebaskan Turis Jepang karena Alasan Kemanusiaan

Padahal selama ini, Washington selalu menginformasikan perkembangan yang terjadi dalam pertemuan mereka dengan Korea Utara.

Dituliskan surat kabar tersebut, pejabat di Tokyo telah mengakui dilangsungkannya pertemuan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut mereka, pertemuan digelar membahas negosiasi untuk pengembalian orang-orang Jepang yang telah diculik Korea Utara.

"Pejabat Jepang mengatakan Tokyo tidak bisa hanya mengandalkan AS untuk bernegosiasi atas nama Jepang" tulis surat kabar tersebut.

Presiden AS Donald Trump, usai pertemuan bersejarah dengan Kim Jong Un, di Singapura pada Juni lalu, mengatakan bahwa dirinya telah mengangkat isu penculikan warga Jepang oleh Korea Utara dalam pertemuannya dengan Kim.

Namun dalam dokumen pernyataan bersama yang dikeluarkan kedua pemimpin negara tidak menyebutkan soal hak asasi manusia di Korea Utara maupun soal penculikan warga Jepang.

Sebelum pertemuan Trump dengan Kim, PM Abe telah menyampaikan kepada Presiden AS itu untuk menanyakan perihal penculikan sejumlah warga negara Jepang yang dilakukan Korea Utara pada 1970 hingga 1980-an.

Sementara Pyongyang mengatakan permasalahanya dengan pemerintah Jepang telah diselesaikan, meski menurut Tokyo justru sebaliknya.

Masalah penculikan warga Jepang oleh Korea Utara yang telah berlangsung selama puluhan tahun itu menjadi batu sandungan bagi Tokyo dalam menjalin hubungan diplomatik yang normal dengan Pyongyang.

Baca juga: Pemerintah Jepang Anggap Korea Utara Masih Jadi Ancaman Serius

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber SCMP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.