Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/08/2018, 14:24 WIB
|

TOKYO, KOMPAS.com - Empat atlet bola basket Jepang yang dipulangkan dari ajang Asian Games 2018 karena menyewa PSK dilarang bertanding selama satu tahun.

Ketua Asosiasi Bola Basket Jepang (JBA) Yuko Mitsuya mengatakan, keempat atlet itu dilarang bertanding dalam semua turnamen resmi selama setahun.

"Sebab mereka sudah merusak kehormatan dan kepercayaan terhadap dunia olahraga Jepang," kata Mitsuya, Rabu (29/8/2018).

Namun, lanjut Mitsuya, keempat atlet itu masih diizinkan mengikuti latihan.

Baca juga: Diduga Menyewa PSK, 4 Atlet Jepang Dipulangkan dari Asian Games

Pemulangan Yuya Nagayoshi, Takuya Hashimoto, Takuma Sato, dan Keita Imamura mencoreng wajah Jepang yang bersiap menggelar Olimpiade 2020 di Tokyo.

"Saya meminta maaf atas kecerobohan yang membuat tidak hanya para penggemar bola basket tetapi juga seluruh rakyat Jepang malu," kata Takuma Sato pekan lalu setibanya di Tokyo.

Sebelumnya, keempat atlet itu tepergok sedang berada di kawasan remang-remang di Jakarta dengan masih mengenakan seragam kontingen Jepang.

Keempat atlet ini awalnya diyakini dibujuk seorang pria untuk pergi ke sebuah hotel dengan  beberapa PSK yang sudah menanti.

Namun, seornag jurnalis harian Asahi Shimbun memergoki keempatnya sehingga alibi tersebut dipatahkan.

Pada Asian Games 2014 di Incheon, official Jepang terpaksa memulangkan perenang Naoya Tomita yang terekam CCTV mencuri kamera milik seorang jurnalis.

Baca juga: Setelah Atlet Asian Games Sewa PSK, Satpol PP Amankan 6 PSK di Jaksel

Jika terkait masalah pelecehan seksual, juga pada Asian Games 2014, seorang anggota official tim Iran dipulangkan setelah melakukan pelecehan seksual secara verbal terhadap seorang sukarelawan perempuan.

Sementara, seorang pesepak bola asal Palestina juga dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pekerja perempuan di perkampungan atlet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Sumber AFP
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.