Mendarat di Atas Pohon, Penerjun Payung Ini Gelantungan Selama 3 Jam

Kompas.com - 29/08/2018, 12:40 WIB
Abbey Lacy baru pertama kali terjun payung sendirian tanpa tandem. Namun, dia harus terjebak di atas pohon selama tiga jam, sebelum akhirnya diselamatkan petugas. (Facebook/Abbey Lacy) Abbey Lacy baru pertama kali terjun payung sendirian tanpa tandem. Namun, dia harus terjebak di atas pohon selama tiga jam, sebelum akhirnya diselamatkan petugas. (Facebook/Abbey Lacy)

 OMAHA, KOMPAS.com – Seorang perempuan asal Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, harus menghabiskan tiga jam waktunya bergelantungan di atas pohon dengan ketinggian 21 meter.

Abbey Lacy berada di pohon karena panik, setelah melakukan terjun payung pertamanya sendirian. Sebelumnya, dia hanya pernah menjajal terjun payung secara tandem.

Melansir Daily Mail pada Selasa (28/8/2018), Lacy kehilangan komunikasi dengan orang di lapangan yang menginstruksikan agar dia melakukan manuver dengan parasutnya.

“Saya panik karena saya melihat pepohonan semakin dekat, kemudian saya mengerem dan turun, lalu saya sadar akan menabrak pohon,” ujarnya.

Baca juga: Berniat Cari Kerja, Perempuan Hong Kong Malah Dijebak Nikahi Pria Asing

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu lalu dan menjadi pengalaman pertamanya mendarat di pohon. Saat berada di atas pohon, dia sempat melingkarkan lengan dan kakinya ke dahan.

Namun terlalu lama menggantung di pohon, membuat kakinya mengalami mati rasa karena parasutnya menekan sirkulasi darah. Dia juga khawatir ketika tahu tali parasutnya mulai meleset.

Laporan dari Omaha World Herald menyebutkan, dalam keadaan terdesak, Lacy mencoba menyelamatkan diri dengan berayun-ayun sambil menunggu kru penyelamat datang.

Akhirnya, petugas pemadam kebakaran pun datang dan melakukan upaya penyelamatan hingga tiga jam untuk menurunkan Lacy dari pohon.

Lacy menyatakan, awalnya regu penyelamat mendapat kesulitan karena mereka tidak bisa menjangkaunya.

Ada beberapa upaya petugas untuk mengevakuasi dirinya, seperti memotong beberapa bagian pohon tersebut dan meminta perusahaan listrik setempat untuk mematikan aliran listrik.

Halaman:


Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X