Laporan Terbaru Klaim Badai Maria di Puerto Rico Renggut 2.975 Jiwa

Kompas.com - 29/08/2018, 09:15 WIB
Rumah-rumah terlihat dikelilingi oleh pohon tumbang, seminggu setelah dilewati Badai Maria di San Juan, Puerto Rico, Rabu (27/9/2017). Di wilayah pulau AS yang terpaksa beraktivitas tanpa listrik, warga tengah berjuang untuk berbenah setelah dampak buruk akibat angin topan yang menyebabkan sedikitnya 33 kematian di Karibia. AFP PHOTO/RICARDO ARDUENGORumah-rumah terlihat dikelilingi oleh pohon tumbang, seminggu setelah dilewati Badai Maria di San Juan, Puerto Rico, Rabu (27/9/2017). Di wilayah pulau AS yang terpaksa beraktivitas tanpa listrik, warga tengah berjuang untuk berbenah setelah dampak buruk akibat angin topan yang menyebabkan sedikitnya 33 kematian di Karibia.

SAN JUAN, KOMPAS.com - Badai Maria yang menerjang Puerto Rico pada tahun lalu telah menewaskan 2.975 orang.

Melansir AFP pada Selasa (28/8/2018), angka tersebut berdasarkan hasil komisi penyelidikan independen pemerintah.

Setelah setahun kontroversi mengenai jumlah kematian dalam bencana tersebut, pemerintah Puerto Rico menyatakan estimasi terbaru itu akan dipertimbangkan sebagai angka resmi pemerintah.

"Saya meminta agar jumlah kematian resmi menjadi 2.975," kata Gubernur Puerto Rico Ricardo Rossello.


Baca juga: Diterjang Badai Maria, Teleskop Raksasa Arecibo Rusak

"Walau angka itu merupakan estimasi, namun memiliki dasar ilmiah," imbuhnya.

CNN mengabarkan angka tersebut 46 kali lebih besar dibanding jumlah total yang dirilis pemerintah Puerto Rico pada Desember tahun lalu. Kala itu, pemerintah menyatakan korban tewas akibat Badai Maria hanya 64 orang.

"Ini merupakan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Rossello.

Ke depan, pejabat terkait akan terus menyelidiki jumlah kematian akibat badai dan memperbaiki penghitungan resmi.

Dalam penelitian terpisah oleh Universitas Harvard pada awal 2018 menyebutkan, sekitar 4.600 orang tewas dalam tiga bulan akibat badai.

Penelitian tersebut menghitung sertifikat kematian dan data kematian lainnya selama enam bulan dari September 2017 hingga Februari 2018.

Tim juga mengidentifikasi kelemahan dalam sistem yang mungkin telah menyebabkan kematian yang tidak dilaporkan sebelumnya.

Baca juga: Setelah Karibia dan Lewati Puerto Rico, Badai Irma Mengancam Florida

Para ahli menyalahkan buruknya perawatan medis korban Badai Maria akibat pemadaman listrik dan akses jalan terputus sebagai penyebab kematian terbesar.

Rumah tangga harus menghadapi 84 hari tanpa listrik, 64 hari tanpa air dan 41 hari tanpa cakupan telepon seluler setelah badai.

Badai Maria menghancurkan Puerto Rico pada September 2017, menyebabkan kerusakan mencapai 90 miliar dollar AS.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina karena Ditakuti Jet Tempur F-35 AS

Internasional
2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

Internasional
Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Dianggap Berdosa, Ibu Hamil dan 5 Anaknya Disiksa hingga Tewas

Internasional
Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Pesta Selama Seminggu dan Biarkan Anaknya Mati Kelaparan, Ibu Ini Dipenjara

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Gadis di China Makan Nasi dan Sambal Selama 5 Tahun | Gunung Taal Meletus

Internasional
Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Trump kepada Pemimpin Tertinggi Iran: Dia Harus Hati-hati dengan Ucapannya

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X