Kompas.com - 29/08/2018, 08:40 WIB

BRASILIA, KOMPAS.com - Presiden Brasil Michel Temer menandatangani dekrit untuk mengirim tentara di perbatasan dengan Venezuela yang dilanda krisis, usai bentrokan yang terjadi baru-baru ini.

Temer mengatakan, kebijakan tersebut bertujuan untuk memberikan keamanan bagi warga Brasil dan imigran Venezuela yang melarikan diri dari negara mereka.

Dia menyebut krisis yang menimpa Venezuela sebagai momen tragis yang mengancam keharmonisan di hampir seluruh benua Amerika.

Baca juga: Sulit Dapat Pekerjaan di Peru, Puluhan Migran Venezuela Memilih Pulang

Temer menyerukan agar masyarakat internasional mengambil langkah diplomatik untuk menghentikan eksodus Venezuela yang dilanda krisis ekonomi dan politik, di bawah rezim pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

"Brasil menghormati kedaulatan negara lain, tapi kita haru ingat sebuah negara hanya berdaulat jika mengormati rakyatnya dan menjaga mereka," katanya, seperti dikutip dari AFP.

Awal bulan ini, lebih dari 100.000 migran asal Venezuela membanjiri perbatasan negara bagian Brasil, Roraima.

Bentrokan terjadi karena rumor penjaga toko setempat telah dipukuli secara brutal oleh para migran.

"Tidak hanya Brasil yang mendapat konsekuensinya, tapi Peru, Ekuador, Kolombia, dan negara Amerika Latin lainnya," ucap temer.

"Itulah kenapa kami mesti menemukan cara untuk mengubah situasi ini," imbuhnya.

Sekitar 60.000 warga Venezuela kini berada di Brasil, sementara Peru mulai mengetatkan perbatasan usai menyaksikan 400.000 orang masuk ke negara itu.

Baca juga: Krisis Ekonomi Venezuela Memaksa Warganya Beli Daging Busuk

PBB menyebut sekitar 2,3 juta warga Venezuela kini tinggal di luar negara mereka, dengan 1,6 juta dari mereka telah meningglkan Venezuela sejak 2015.

Sebagai negara kaya akan minyak, Venezuela justru memasuki tahun keempat resesi yang disebabkan oleh jatuhnya harga minyak pada 2014.

Sekitar 96 persen dari pendapatan negara dihasilkan melalui minyak mentah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.