Kompas.com - 29/08/2018, 07:57 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding mesin pencari Google bias dan curang ketika menampilkan hasil penelusuran tentang dirinya.

Pria berusia 72 tahun itu menganggap Google hanya memperlihatkan berita negatif dirinya dan pemerintahannya.

"Pencarian Google untuk 'Trump News' hanya menampulkan hasi laporan dari Media Berita Palsu," kicaunya di Twitter, Selasa (28/8/2018).

"Dengan kata lain, mereka sengaja mencuranginya untuk saya dan lainnya," imbuhnya.

Trump turut menyuguhkan angka mengenai hasil pencarian Google. Dia mengklaim 96 persen hasil untuk kata kunci "Trump News" berasal dari media nasional sayap kiri sehingga berbahaya.

Baca juga: 350 Surat Kabar di AS Kompak Mengutuk Serangan Trump terhadap Media

"Google dan lainnya menekan suara Konservatif dan menyembunyikan informasi dan berita yang bagus. Mereka mengendalikan apa yang bisa dan tidak bisa kita lihat," cuitnya.

"Ini adalah situasi yang sangat serius, dan akan diatasi," tulis Trump.

Menanggapi kicuaan Trump, juru bicara dari Google mengatakan kepada Newsweek bahwa mesin pencarian tidak digunakan untuk mengatur agenda politik.

Dia menyatakan, perusahaan tidak menampilkan hasil yang bias terhadap ideologi politik mana pun.

"Ketika pengguna mengetikkan kata kunci ke penelusuran Google, sasaran kami memastikan mereka mendapat jawaban yang paling relevan dalam hitungan detik," katanya.

Baca juga: Ketika Trump Keliru Mewarnai Bendera AS

Trump memang berulang kali melakukan serangan terhadap media yang dianggapnya menyebarkan berita negatif tentang dirinya. Dia bahkan menyebut mereka sebagai media Fake News.

Dia pernah mengancam akan mencabut akreditasi jurnalis yang sering memberitakan dia secara negatif.

"Meski terdapat kesuksesan yang kami capai baik di ekonomi maupun sektor lainnya, 91 persen dari jaringan media itu memberitakan hal negatif tentang saya," kata Trump pada Mei lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.