Kompas.com - 28/08/2018, 21:26 WIB
Dalam foto yang diambil pada 14 November 2017 ini terlihat Wakil Mahkamah Agung Kenya Philomena Mwilu (tengah) bersama Ketua Mahkamah Agung David Maraga (kanan) dalam sidang terkait pembatalan pemiliihan presiden ulangan di Nairobi. AFP/YASUYOSHI CHIBADalam foto yang diambil pada 14 November 2017 ini terlihat Wakil Mahkamah Agung Kenya Philomena Mwilu (tengah) bersama Ketua Mahkamah Agung David Maraga (kanan) dalam sidang terkait pembatalan pemiliihan presiden ulangan di Nairobi.
|

NAIROBI, KOMPAS.com - Wakil Ketua Mahkamah Agung Kenya Philomena Mwilu ditangkap kepolisian pada Selasa (28/8/2018), terkait dugaan melakukan tindak pidana korupsi.

Mwilu adalah satu dari tujuh anggota Mahkamah Agung Kenya dan menjadi salah satu hakim yang membatalkan kemenangan Presiden Uhuru Kenyatta dalam pemilu Agustus 2017.

Direktur Penuntutan Kenya Noordin Haji kepada wartawan mengatakan, sejumlah bukti menunjukkan Mwilu menyalahgunakan jabatannya untuk kepeningan pribadi.

Haji menambahkan, Mwilu juga diyakini menerima sejumlah uang sebagai gratifikasi dalam terkait masalah yang tidak jelas.

Baca juga: Tikam Kekasihnya hingga Tewas, Ratu Kecantikan Kenya Dihukum Mati

Selain itu, Mwilu juga dituduh tidak membayar pajak dan membuat keputusan yang salah dalam kasus bangkrutnya Imperial Bank pada 2015.

"Siang ini, saya mengabarkan kepada Hakim Agung David Maraga tentang keputusan kami menahan Hakim Philomena Mbete Mwilu terkait tuduhan kriminal," ujar Haji.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Keputusan ini akan dilaksanakan dengan tegas karena menyangkut kehirmatan dan independensi sistem peradilan," tambah Haji.

Haji menambahkan, penangkapan Mwilu merupakan bagian dari pemberantasan korupsi yang sejauh ini sudah menyeret sejumlah pejabat tinggi ke meja hijau.

"Banyak kasus lain yang masih dalam penyelidikan dan warga Kenya berharap selalu ada investigasi dan pengungkapan kasus korupsi," ujar Haji.

Haji menegaskan, penangkapan Mwilu sama sekali tidak berkaitan dengan ancaman Presiden Kenyatta yang ingin "memperbaiki sistem peradilan" setelah pembatalan kemenangannya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.