Kompas.com - 28/08/2018, 20:50 WIB

Saat berkuliah di Strassburg, Goethe berkenalan dengan Johann Gottfried Herder, seorang pakar teologi, filsuf, budayawan, dan kritikus seni yang cukup dikenal pada masa itu.

Dari Herder, Goethe belajar tentang keberagaman dunia sastra, mulai dari genre hingga sastra negara-negara lain.

Menjelang usia 22 tahun, Goethe kembali ke Frankfurt dan memulai karirnya sebagai pengacara. Dia pun mulai berkenalan dengan sastrawan dan budayawan lain.

Pada 1773, Goethe menulis drama Gotz von Berlichingen yang didasarkan pada kisah seorang tokoh sejarah abad ke-16. Drama itu meraih sukses hingga dianggap sebagai revolusi sastra.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Van Gogh, Pelukis Pasca-Impresionisme

Karir Politik

Pada 1775, Goethe pindah ke Weimar setelah mendapat tawaran untuk bekerja sebagai pejabat dari Carl August, seorang bangsawan yang berkuasa di Weimar-Sachsen-Eisenach.

Sejak saat itu dia pun menjadi disibukkan dengan tugas kenegaraannya dan berkat kerja kerasnya, Goethe pun dipercaya untuk menjalankan tugas perdana menteri dengan gelar kebangsawanan.

Karena disibukkan dengan tugas negara, Goethe hanya sedikit memiliki waktu untuk menulis puisi dan selebihnya digunakan untuk mempelajari ilmu alam dan meneliti tentang anatomi manusia.

Hingga pada 1784, dia menemukan keberadaan tulang kecil (os intermaxillare) pada kepala manusia. Temuannya itu mengejutkan para ahli anatomi karena semula menyangka bahwa tulang tersebut dianggap hanya ditemukan pada hewan.

Baca juga: Biografi Tokoh Dunia: Haile Selassie, Tuhan-nya Kaum Rastafari

Pada 1786, Goethe yang mulai jenuh akan tugas negara mengajukan cuti kepada Carl August untuk pergi ke Italia yang sejak dulu ingin dikunjunginya.

Selama kurun waktu 2 tahun setelahnya, Goethe mempelajari kesenian dan arsitektur klasik dari zaman Romawi dan Yunani, serta renaissance.

Di Italia, Goethe dapat kembali menekuni hobinya dan menulis sejumlah karya, di antaranya Iphigenie auf Tauris (Ifigenia di Semenanjung Tauris), drama Egmont, drama sejarah Torquato Tass, dan kumpulan puisi Elegi-elegi Roma.

Pada 1788, Goethe kembali ke Weimar dan kembali menjalankan tugas-tugasnya sebagai pejabat negara.

Di akhir tahun 1792, Goethe terlibat dalam Perang Valmy dan mendampingi Carl August selama invasi Perancis yang gagal. Dia bertugas sebagai pengamat militer dan mendokumentasikan masa-masa perang itu dalam salah satu karya tulisannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.